Berita Terbaru
Rabu, 10 Mei 2023
Wagub Sani: Reforma Agraria Solusi Atasi Konflik Lahan
Buka Rakornis Persandian se-Provinsi Jambi, ini Pesan Ariansyah
Selasa, 09 Mei 2023
Bupati Batanghari Marah, Acara Halal Bihalal Dinas PPKBP3A Tak Sesuai Ekspektasi
BATANGHARI, TIGASISI.NET - Bupati Batanghari Muhammad Fadhil Arief marah di acara halal bihalal bersama Motivator Tangguh, Forum Genre, Duta Genre, dan Saka Kencana yang digelar di Gedung Pemuda Muarabulian oleh Dinas PPKBP3A daerah setempat, Selasa (9/5/23).
Orang nomor wahid di Kabupaten Batanghari itu mengatakan acara tersebut berjalan tak sesuai dengan yang di harapkan.
"Saya tidak panjang - panjang pidato ini pak Kadis, karena diluar ekspektasi saya. Apa yang disebut Pak Khadafi tadi adik - adik ini sebagai generasi hebat tetapi dalam pandangan saya tidak terlihat seperti itu," sebut Fadhil Arief dengan wajah memerah.
Kemarahan lelaki karib disapa Bang Fadhil ini bermula saat para peserta yang hadir tak lagi menghiraukan jalannya acara, peserta yang berjumlah ratusan orang itu terlihat sibuk dengan aktivitasnya masing-masing.
Bahkan, dalam pidatonya ia sempat beberapa kali mengusir peserta yang asik ngobrol di sudut ruangan dengan sesama rekannya.
"Adik - adik kalau mau ngobrol diluar saja, karena waktu saya sempit, yang berdua itu kalau mau ngobrol lebih baik keluar saja jangan didalam," ucap Fadhil dengan nada tinggi.
Fadhil menilai, orang pilihan yang ditunjuk oleh pihak dinas ini belum bisa memberikan contoh baik bagi generasi milenial di Batanghari.
Tak hanya itu, Ketua DPW PPP ini meminta Kepala Dinas PPKBP3A lebih selektif dalam memilih peserta.
"Adik - adik ini diharapkan jadi panutan bagi anak muda lainnya, tapi kalau begini sifatnya saya tidak yakin sebagai orang yang tepat diberi tugas itu," ujarnya.
Fadhil menilai, teguran yang dilakukannya tersebut merupakan hal yang wajar, karena usia peserta yang direkrut oleh pihak dinas PPKBP3A masih berada dalam masa pembinaan.
"Dengan adik - adik ini semua saya akan tegas, saya tidak mau sampai menjadi dosa saya apabila saya tidak mengingatkan tentang hal - hal baik, karena kalian semua sama seperti anak - anak saya, makanya saya berani ngusir adik - adik keluar," tuturnya.
Reporter: Juniko
Polres Kerinci Sita 10 Galon Tuak
Senin, 08 Mei 2023
Kritik Walikota Sungaipenuh, Kader PDIP Tanam Pohon Pisang di Jalan
Aksinya Meresahkan, Maling Motor ini "Dihadiahi" Timah Panas
Angkat Bendera Start, Walikota Ahmadi Ajak Raiders Nikmati Keindahan Alam Sungaipenuh
Loupoldo Pilas Siregar Divonis 5 Tahun Penjara dan Denda Rp200 Juta Oleh Hakim Tipikor Jambi
65 Persen Remaja Desa Pakai Narkoba, Kades di Batanghari ini Takut Tak Punya Penerus Imam
BATANGHARI, TIGASISI.NET - Salah satu Kepala Desa di Batanghari, tepatnya Kepala Desa Pematang Gadung, Kecamatan Mersam, Muhammad Ihsan merasa gelisah, pasalnya ia takut masyarakat di desanya tidak punya penerus imam.
Bukan tanpa alasan, dalam pengakuannya Ihsan menyebutkan 65 persen remaja di desanya itu sudah mengkonsumsi narkoba.
"Kami di desa ini Pak Bupati sudah 65 persen remajanya pakai narkoba, kalau sudah begini bagaimana generasi penerus kami di desa nantinya, beberapa tahun kedepan siapa nantinya yang akan mimpin tahlil, siapa nanti yang akan menjadi penerus imam di desa," ucap Ihsan kepada Bupati Batanghari, dalam acara halal bihalal di Serambi Rumah Dinas Bupati Batanghari, Senin (8/5/23).
Ihsan menyampaikan, dirinya merasa prihatin dengan permasalahan di desa pimpinannya tersebut.
Ia meminta pemerintah daerah memberikan solusi yang efektif dalam memberantas penyebaran barang haram itu.
"Kami ini serba salah Pak Bupati, kami tau orangnya tapi mau nangkap orangnya itu tidak bisa, karena narkoba ini harus punya barang bukti. Kalau soal ini saya tidak takut pak, saya siap lahir batin, karena sudah komitmen saya untuk memberantas narkoba ini," ujarnya.
Ihsan menilai, permasalahan yang ada di desanya saat ini bukanlah tentang perbaikan infrastruktur jalan atau bangunan lainnya, namun ia lebih mengedepankan perbaikan sumber daya manusia yang ada di Desa Pematang Gadung.
"Ini mohon maaf Pak, kita sering mengeluh soal pelayanan atau pembangunan, tapi pembangunan manusianya tidak kita pikirkan, yang memperlambat itu sebenarnya disini, mental manusianya yang sudah rusak," pungkas Ihsan.
Sementara itu Bupati Batanghari, Muhammad Fadhil Arief mengatakan bakal membahas masalah ini dengan aparat penegak hukum.
Tak hanya itu, Fadhil juga meminta masyarakat maupun pihak pemerintah desa juga berperan aktif dalam menangani permasalahan tersebut dengan cara melaporkan kepada aparat kepolisian maupun BNN.
"Personil kepolisian dan BNN di Batanghari ini jumlahnya terbatas, jadi tidak bisa ia bekerja sendirian tanpa bantuan masyarakat yang ada di desa. Kedepan kalau ada pengedar yang masuk ke desa cepat lapor ke pihak berwajib," jelas Fadhil.
Reporter: Juniko


