Berita Terbaru

Senin, 13 Mei 2024

Serius Tekan Kemiskinan, MFA Sukses Redam Pengangguran di Batanghari





BATANGHARI, TIGASISI.NET - Kabupaten Batanghari menjadi salah satu daerah di Provinsi Jambi yang terbukti berhasil meredam tingkat pengangguran sejak 3 tahun belakangan ini.

Hal ini tak terlepas dari tangan dingin Bupati dan Wakil Bupati Batanghari Muhammad Fadhil Arief (MFA) dan H. Bakhtiar, sosok lelaki berusia 48 tahun dan 62 tahun yang menjabat mulai 2021 lalu.

Sejak menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati Batanghari, Fadhil-Bakhtiar dikenal fokus merealisasikan visi misinya dengan baik. Diketahui, perkembangan wajah pusat kota berubah pesat.

Tak ayal dengan realisasi program kerjanya tersebut, dari tahun 2021 hingga 2023, duo mantan sekda yang diketahui memilih untuk kembali berpasangan di pilkada 2024 ini sukses menyelamatkan ribuan masyarakat Batanghari dari pengangguran.

"Tahun 2021 pengangguran menurun di angka 4,26 persen. Artinya yang sudah bekerja sejumlah 132,611 orang, dan yang masih menganggur sejumlah 5,907 orang," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Batanghari, Ridwan Nur, Senin (13/5/24).

Selanjutnya, pada tahun 2022, Ridwan mengatakan angka pengangguran kembali menurun. Penurunan pengangguran ini mencapai ribuan jiwa.

"Kalau tahun 2022, persentase penurunannya di angka 3,53 persen, total yang memiliki pekerjaan 133,958 orang, dan yang masih menganggur 4.560 orang," jelas Ridwan.

"Kemudian ditahun 2023, angka pengangguran berada di angka 3,85 persen, yang bekerja 138,564 orang dan yang masih menganggur 5,548 jiwa. Peningkatan angka pengangguran tahun 2023 di Kabupaten Batanghari di sebabkan terjadinya efisiensi tenaga kerja pada beberapa perusahaan perkebunan, pertambangan dan  perusahaan jasa," sambungnya.

Ridwan tak menampik, penurunan angka pengangguran ini disebabkan oleh para investor yang percaya untuk berinvestasi di Kabupaten Batanghari.

Berdirinya perusahaan-perusahaan baru diakuinya berdampak banyak bagi peningkatan ekonomi masyarakat Batanghari.

"Tentu iya, usaha dari Pak Bupati dan Wakil Bupati dalam meyakinkan para investor untuk berinvestasi di Batanghari berhasil, baik itu dari meyakinkan keamanannya, memudahkan segala jenis perizinan dan lainnya. Salah satu dampaknya ya terbukanya lapangan pekerjaan bagi masyarakat," tutur mantan Sekretaris Dinas PDK ini.

Tak hanya itu, ia menyebutkan, pihaknya di Dinas tengah berupaya untuk mengurangi  angka pencari kerja diantaranya melaksanakan kegiatan job fair (bursa kerja) yang akan melibatkan semua perusahaan yang ada di Kabupaten Batanghari.

"Saat ini kami tengah melakukan peningkatan keterampilan dan kompetensi terhadap pencari kerja dengan bekerja sama dengan balai pelatihan vokasi dan produktivitas (BPVP) Jambi, Medan, dan juga Padang. Kemudian kita juga melaksanakan pelatihan calon pencari kerja pada balai latihan kerja komunitas (BLKK) serta lembaga pelatihan kerja (LPK) di Batanghari," pungkasnya.


Reporter: Juniko

Rabu, 08 Mei 2024

Hampir Satu Dekade, Pemkab Batanghari Pertahankan Opini WTP Secara Beruntun





BATANGHARI, TIGASISI.NET - Hampir genap satu dekade Pemerintah Kabupaten Batanghari kembali mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), atas Laporan Keuangan Pemerintah Derah (LKPD) tahun anggaran 2023.

Opini WTP ini merupakan yang ke-9 kalinya disabet oleh Kabupaten pimpinan Fadhil Arief ini secara beruntun. Opini WTP diumumkan bersamaan dengan penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas LKPD Pemerintah Batanghari TA 2023, oleh Kepala BPK Perwakilan Provinsi Jambi Paula Henry Simatupang kepada Bupati Batanghari Muhammad Fadhil Arief dan Wakil Ketua DPRD, Ilhamuddin, Selasa (7/5/24).

Meski begitu, Kepala Perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Perwakilan Jambi meminta Pemerintah Daerah tidak berpuas diri dengan opini WTP.

"Opini WTP ini bukan tujuan, tapi syarat untuk mencapai tujuan, lantas tujuannya apa? Ya bagaimana Indeks Pembangunan Manusia di daerahnya naik, pengangguran menurun," kata Paula.

Tak hanya itu dirinya juga meminta Pemerintah Daerah segera menindaklanjuti rekomendasi LHP selama kurun waktu 60 hari kedepan.

“Kami harapkan DPRD juga proaktif, mengawasi persoalan pengelolaan aset pemerintah daerah, ini harus jadi perhatian utama,” ungkapnya.


Reporter:Juniko

Senin, 06 Mei 2024

Fadhil Tepis Isu "Pisah Ranjang" dengan H. Bakhtiar: Orang Itu Sosok Abu Jahal



BATANGHARI, TIGASISI.NET - Bupati Batanghari Muhammad Fadhil Arief menepis isu "pisah ranjang" dengan Wakil Bupati H. Bakhtiar.

Bahkan orang nomor wahid di Kabupaten Batanghari ini mengatakan sejak ia dilantik bersama H. Bakhtiar hampir tidak ada perselisihan diantara keduanya.

"Ada isu-isu diluar menyebut hubungan kami berdua sudah retak, oh tidak bisa saya bilang, tidak akan mungkin (retak), karena saya tau persis siapa Bang Bakhtiar," kata Fadhil saat pidato acara silaturahmi pengurus lembaga adat Kabupaten Batanghari di Serambi Rumah Dinas Bupati, Senin (6/5/24).

Suami Zulva Fadhil ini menyebut sosok Wabup H. Bakhtiar sangat berperan besar dalam mensukseskan 36 program yang pernah ia janjikan kepada masyarakat Batanghari.

"Insyaallah ya, komitmen kami bersama Bang Bakhtiar untuk selalu menjadi bagian perubahan dalam membangun Kabupaten Batanghari ini," ucap Fadhil.

"Selama ini tidak saya tanggapi isu-isu diluaran, kadang Bang Bakhtiar sedang pergi ketempat lain atau memang kondisinya memang lagi tidak enak badan, orang menyebut Bupati dan Wakil Bupati jarang ketemu, dalam hati saya kalau kami ketemu terus menerus berarti tidak bekerja kami ini, kalau cuma duduk berdua ngobrol saja, ngabisin Rokok dan Kopi saja kerjanya," tegas Ayah empat anak itu.

Disela-sela pidatonya, Fadhil sempat memuji kepribadian Wabup Bakhtiar yang ia rasakan sejak 3 tahun bersama memimpin Batanghari.

Katanya, Bakhtiar punya keperdulian dan keikhlasan yang besar untuk membangun Kabupaten tertua di Provinsi Jambi ini.

"Bang Bakhtiar ini membuat saya trenyuh (terharu), kata Bang Bakhtiar kepada saya, dalam rangka membangun Batanghari jangankan saya jadi Wakil Bupati, saya jadi tim sukses kamu saja Dhil saya masih ikhlas kata Bang Bakhtiar," cerita Fadhil.

Lebih tegas Fadhil menyebut oknum yang ingin memecah belah ia bersama Wabup Bakhtiar tidak berbeda dengan sifat Abu Jahal.

"Dalam dinamika politik pastilah ada orang yang ingin coba-coba mengadu domba, karena pasti ada Dajjal, pasti ada Abu Jahal dan Abu Abu lainnya disekitaran kita ini," pungkas Fadhil Arief.

Reporter: Juniko

Rabu, 27 Maret 2024

Tak Sampai 50 Miliar Bantu Batanghari, Fadhil Minta Al Haris Perhatikan Infrastruktur



BATANGHARI, TIGASISI.NET - Bupati Batanghari Muhammad Fadhil Arief mengungkapkan, semasa kepemimpinan Gubernur Jambi Al Haris, Pemerintah Provinsi Jambi kurang memperhatikan Infrastruktur di Kabupaten Batanghari.

Dikatakan Fadhil, sejak tahun 2021 hingga 2023 Pemprov Jambi belum maksimal membantu Batanghari. Diakuinya, anggaran yang dikucurkan Pemprov Jambi sejauh ini belum mencapai angka 50 Miliar.

"Saya hitung-hitung dari tahun 2021 hingga 2023 kayaknya belum sampai 50 M duit provinsi yang masuk ke Batanghari ini," ungkap Fadhil dihadapan Kepala Bappeda Provinsi Jambi dalam acara Musrenbang RKPD Kabupaten, Selasa (26/3/24).

"Coba Pak Agus hitung-hitung nanti kebenarannya, saya kebetulan agak tinggi konsep hitung-hitungan ini, kemarin saya bilang pada orang yang melatih lomba GASING, coba tes anak-anak dan guru mana duluan dengan saya jawabnya, saya hobi yang nantang-nantang itu, tapi tidak menantang Pak Gubernur tidak," guyon Ketua Asprov PSSI Jambi itu.

Fadhil khawatir sikap cuek Gubernur Al Haris ke Batanghari saat ini bakal memicu kemarahan masyarakat Batanghari.

"Pemerintah dan masyarakat itu sama saja, kita analogikan ke pasangan suami isteri, isteri kita kalau tidak diperhatikan pasti marah dia, artinya apa? Bahwa Batanghari ini juga perlu disentuh dan diperhatikan," sambungnya.

Disisi lain, ketika diwawancarai ayah empat anak itu juga sempat menyinggung kerusakan ruas jalan Jenderal Sudirman, tepatnya dari simpang empat BBC menuju gedung DPRD.

Katanya, Pemerintah Batanghari akan mengawal janji Gubernur Al Haris untuk memperbaiki jalan tersebut pada tahun 2024 ini.

"Gubernur sudah janji, katanya dalam beberapa bulan ini jalan itu akan diperbaiki, tugas kita mengawal dan menyampaikan kepada Kepala Bappeda agar pembangunan jalan ini jangan ditunda-tunda lagi," jelasnya.

Mantan Sekda Muaro Jambi itu menilai, kerusakan jalan milik Provinsi itu mengurangi keindahan taman-taman yang sudah dibangun Pemerintah Batanghari.

"Kalau untuk jalan memang Batanghari belum mendapat alokasi yang banyak ya, kita minta kalau bisa tahun ini ditambah, karena ada kerusakan ditengah-tengah taman kita, ditengah jantung kota kita," pungkasnya.

Reporter: Juniko

Selasa, 05 Maret 2024

Sempat Heboh, Jalan di Desa Mersam Akhirnya Diperbaiki, Windra: Target Seminggu Selesai



BATANGHARI, TIGASISI.NET - Sempat heboh karena rusak hingga ditanami warga Pohon Pisang, ruas jalan Sp. Mersam - Desa Mersam, Kecamatan Mersam akhirnya diperbaiki oleh Dinas PUTR Kabupaten Batanghari.

Sebelumnya, warga setempat melakukan protes karena lambannya proses perbaikan jalan oleh pihak terkait. Warga mendesak agar jalan penghubung antar beberapa desa itu segera diperbaiki.

Menyikapi hal tersebut, Kepala Dinas PUTR Batanghari H. Ajrisa Windra, ST, MM mengatakan, pihaknya tak bermaksud untuk menghambat pembangunan. Namun, ada beberapa persoalan yang mengharuskan pemerintah untuk menunda perbaikan jalan itu.

"Untuk hari ini kami melaksanakan pengaspalan ruas jalan lingkar Desa Mersam, karena tempo hari sempat dihebohkan oleh masyarakat karena belum ada penanganan atau penanganan sudah digali tapi belum ditutup," kata Windra, saat meninjau proses pembangunan jalan, Senin (4/3/24) didampingi Kabid Bina Marga.

"Ada banyak hal-hal, bukan kami tidak mau melaksanakan, pertama karena mau tutup tahun dan yang kedua lagi musim hujan dan banjir, sengaja tidak diperbaiki karena menunggu saat yang tepat untuk melaksanakan, kebetulan kemarin juga lagi ada pemeriksaan dari BPK," sambungnya.

Windra menambahkan, pembangunan jalan tersebut dilakukan dengan cara swakelola. Hal ini dikarenakan keterbatasan serta kemampuan APBD pemerintah Batanghari.

"Ada beberapa titik dikerjakan dengan swakelola yang memang dianggap akses-akses darurat untuk segera dilaksanakan," jelas Windra.

Pembangunan jalan dengan program swakelola ini diakui Windra tak hanya dilakukan di Desa Mersam saja, namun juga dibeberapa lokasi lainnya. Menurutnya, tekhnik swakelola ini dinilai lebih meringankan keuangan daerah.

"Alhamdulillah dengan upaya ini akses masyarakat kembali lancar, artinya ketika mau overlay kita mungkin menunggu anggaran selanjutnya untuk melakukan peningkatan," paparnya.

Tak hanya itu, Windra juga berkomitmen pihaknya mampu menyelesaikan rehab jalan di Desa Mersam ini dalam waktu sepekan "Target kita seminggu selesai," tutupnya.

Sementara itu, salah satu tokoh masyarakat di Desa Mersam, Firdaus nampak tersenyum lepas melihat pasukan Dinas PUTR Batanghari sibuk mengatur pembangunan jalan. Ia mengaku senang atas perbaikan jalan di desanya yang kerap memicu kecelakaan.

"Khsususnya masyarakat Kecamatan Mersam merasa berterimakasih kepada Bupati dan Wakil Bupati, Kadis PUTR, dan anggota dewan. Kami sangat senang atas perbaikan jalan karena selama ini sudah banyak terjadi kecelakaan, penantian selama 10 tahun akhirnya terwujud," ungkap Firdaus.


Reporter: Juniko

Rabu, 31 Januari 2024

Fadhil Akui Pegawai Saling Sikut Berebut Kursi Jabatan



BATANGHARI, TIGASISI.NET - Bupati Batanghari Muhammad Fadhil Arief baru saja melantik 44 pejabat baru dilingkup pemerintahan daerah itu, Rabu (31/1/24).

Meski demikian, Fadhil mengaku masih ada beberapa pegawai yang masih saling sikut memperebutkan kursi jabatan di akhir-akhir tahun masa jabatan periode pertamanya bersama Wabup Bakhtiar.

Ia mengatakan, ada beberapa oknum yang berusaha menghasut dirinya untuk tidak melantik pejabat-pejabat pilihannya dengan berbagai alasan.

"Pokoknya kalau dekat-dekat pelantikan itu ada saja yang saling menjatuhkan, si ini ngatain ini, yang ini ngatain ini, gimana caranya semua keburukan orang itu keluar, tapi dalam hati saya selama ini tidak ada keburukannya itu keluar, pas dekat pelantikan ada saja yang muncul," kata Fadhil Arief.

Namun menurutnya, hal tersebut lumrah terjadi. Ia berujar tidak akan terpancing dengan bisikan-bisikan itu. Suami Zulva Fadhil ini meyakini orang-orang yang dipilihnya saat ini mampu menjalankan roda pemerintahan sesuai dengan kapasitas dan kemampuannya.

"Soal diluar mau nganggap tidak cocok ya mau diapakan, kita memilih pasangan hidup saja sering juga tidak cocok, pasti ada plus minusnya. Kalau kita tidak kuat iman goyah juga dibuatnya," katanya.

"Dia kalau mau naik jabatan ya pasti harus nendang orang lain, kalau nunggu pensiun kelamaan, memang rumusnya seperti itu, yang memperebutkannya ya pegawai itulah," imbuh mantan Camat Maro Sebo Ilir ini.

Fadhil menambahkan, pejabat yang saat ini dilantiknya berdasarkan penilaian dari kecepatan akselerasinya selama ia bekerja di pemerintahan.

"Dari hasil pengamatan Tim Pemerintah Daerah Kabupaten Batanghari, inilah yang cocok. Dunia semakin berkembang, dunia semakin maju dan sitem kepegawaian semakin membaik, siapa yang kerjanya bagus dia akan mudah untuk terlihat dengan perbaikan sistem kinerja itu tadi," pungkasnya.

Untuk diketahui, turut hadir di acara tersebut Wakil Bupati Batanghari H. Bakhtiar, Sekretaris Daerah M. Azan dan Kepala OPD pemerintahan Kabupaten Batanghari.


Reporter: Juniko

Senin, 29 Januari 2024

Fadhil: Sektor Pertanian Penyumbang Utama Meningkatnya Pertumbuhan Ekonomi di Batanghari



BATANGHARI, TIGASISI.NET - Bupati Batanghari Muhammad Fadhil Arief mencatat sektor pertanian mengalami pertumbuhan positif.

Pertanian bahkan disebut oleh orang nomor wahid di daerah itu sebagai sektor yang paling dominan sebagai penyumbang utama bagi pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Batanghari..

"Tahun kemarin pertumbuhan ekonomi Batanghari naik 12,27 persen, salah satu tertinggi se-Indonesia, siapa penopang utamanya? Sektor pertanian, 40 persennya dari sektor pertanian," kata Fadhil dalam giat temu tani yang digelar di Serambi Rumah Dinas Bupati, Senin (29/1/24).

Tak hanya itu, sektor pertanian juga disebut-sebut Fadhil sangat berperan besar dalam menjaga ketersedian bahan pangan.

Oleh karena itu, dikatakan Fadhil, berbagai komoditas pertanian potensial akan lebih diperkuat produksinya, seperti penguatan sarana prasarana pertanian, penggunaan bibit berkualitas, akses permodalan, serta modernisasi pertanian dalam skala yang lebih luas.

"Kalau sampai petani di Batanghari ini pemalas semua, maka roboh lah Batanghari ini, tapi kalau dia rajin maka bangkit lah ekonominya," imbuh Fadhil.

Lanjutnya, ayah empat anak itu meminta semua petani mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman yang menuntut untuk menguasai teknologi dan meninggalkan pola lama dalam bertani guna meningkatkan hasil produksi.

"Tapi kalau petani masih bilang kami biasanya seperti itulah, kami dari dulu macam itulah, maka akan gagal dia. Di zaman dulu memang cocok ilmu itu, tapi sekarang zaman sudah berubah, duit dulu saja sudah tidak laku lagi apalagi yang lain," tuturnya.

Diketahui, dalam giat temu tani yang diikuti hampir seluruh petani di Batanghari tersebut masih mengeluhkan beberapa hal, mulai dari kurangnya bantuan Alsintan hingga bibit yang terlambat diterima oleh para petani.

Menyikapi hal itu, Kepala Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Batanghari Fahrizal mengatakan, pihaknya sudah mencatat keperluan-keperluan yang dibutuhkan oleh petani.

Ia berujar, akan membahas permasalahan tersebut secara khusus bersama jajarannya di dinas.

"Sebenarnya kalau soal Alsintan ini tergantung pada profosal yang diajukan oleh kelompok tani, artinya berdasarkan permintaan. Kalau soal bibit yang terlambat itu bantuan bibit dari Provinsi bukan dari Kabupaten, tapi persoalan ini akan tetap menjadi catatan kita agar lebih baik lagi kedepannya," jelas Fahrizal.


Reporter: Juniko

Rabu, 24 Januari 2024

Pengamat Sebut Kepemimpinan Fadhil-Bakhtiar Bakal Meringankan Kerja Bupati Selanjutnya



BATANGHARI, TIGASISI.NET - Masa kepemimpinan Muhammad Fadhil Arief (MFA) bersama H. Bakhtiar sebagai Bupati dan Wakil Bupati Batanghari dianggap dapat meringankan kerja calon kepala daerah tahap selanjutnya.

Hal tersebut diutarakan oleh pengamat politik Dr. Arfa'i Sanifah, SH.MH, menurutnya, pola pemerintahan yang dijalani Fadhil Arief saat ini sudah membuka jalan untuk Bupati selanjutnya dalam menjalankan pemerintahan yang efektif dan efisien.

Menurut Dosen dari Fakuktas Hukum Universitas Jambi ini, cara Fadhil diawali melakukan pembangunan secara tepat sasaran hingga mampu meningkatkan sumber pendapatan daerah patut untuk dicontoh.

"Kepemimpinan Fadhil di Batanghari sampai saat ini cukup baik dalam hal membangun kepercayaan dan modal politik, artinya posisi Fadhil tidak meletakkan hanya sosok Fadhil saja yang memimpin Batanghari tetapi lebih meletakkan dasar atau pondasi pola kepemimpinan di Batanghari," kata Arfa'i saat dibincangi belum lama ini.

Bagaimana tidak, 36 program yang dinilai cukup menguras keuangan daerah itu diketahui akan segera diselesaikan oleh sang Bupati dan Wakil Bupati Batanghari.

Saat ini, dari 36 program yang pernah dijanjikannya pasca kampanye pilkada 2020 lalu hanya menyisakan 2 program yang diagendakan bakal diselesaikan tahun ini. Program tersebut yakni pembangunan Islamic Centre dan Road Race.

"Artinya siapapun yang memimpin setelah beliau (Fadhil) sudah paham arah pembangunan Batanghari yang sudah dipondasikan oleh Fadhil ini," tuturnya.

Tak hanya itu, Arfa'i juga menyebutkan kinerja Fadhil selama menjabat sebagai Bupati Batanghari dinilai sudah cukup untuk mengantarnya di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jambi melawan Gubernur petahana Al Haris dan Romi Hariyanto Bupati Tanjung Jabung Timur.

Bahkan, Arfa'i menyarankan agar Fadhil mulai buka suara terkait langkah politik ia kedepannya. Apalagi Fadhil sudah memiliki modal politik untuk maju di Pilgub Jambi yakni sebagai ketua Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Jambi.

"Saat ini sangat tepat Fadhil terbuka memunculkan diri karena itu yang dibutuhkan masyarakat Provinsi Jambi untuk pilihan lain selain yang muncul saat ini yakni Al Haris dan Romi, artinya rakyat akan menilai siapa yang mampu mengatasi masalah yang ada di Provinsi maka itulah yang layak dipilih," pungkas Arfa'i.

Sementara itu, Fadhil Arief saat diwawancarai beberapa waktu lalu mengatakan perolehan jumlah kursi PPP di Pemilihan Legislatif nanti akan menjadi acuan langkah politik ia kedepannya.

"Saya saat ini lebih fokus membimbing kader-kader PPP untuk mendapatkan kursi, karena performance partai politik itu diukur dari kursi yang didapatnya, nah itu yang kita kejar, kita buktikan dulu," ungkap suami Zulva Fadhil itu.

Meski demikian, ayah dari empat anak itu tak menafikan bahwa ia bersedia maju sebagai calon Gubernur Jambi jika hal tersebut memang diinginkan oleh masyarakat di Provinsi Jambi.

"Kalau saya itu sifatnya ngalir saja ya, karena saya saja ikut Pilkada Batanghari ini juga tidak dirancang jauh-jauh hari, ya kita lihat keadaan kalau memang ada orang kepingin dan masyarakat kepingin kemudian kita merasa perlu ikut nyalon ya kita ikut nyalon, tapi kalau memang sudah banyak yang bagus ya biarlah, kita cukup jadi ketua partai saja," bebernya.


Reporter: Juniko

© Copyright 2019 Tigasisi.net | AKTUAL & FAKTUAL | All Right Reserved