Berita Terbaru

Selasa, 27 Januari 2026

Pemkab Tanjab Barat Raih Penghargaan dari BPJS Kesehatan


TANJAB BARAT, TIGASISI.NET - Komitmen Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat dalam menjamin hak dasar kesehatan masyarakat kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional. Hal tersebut ditandai dengan diraihnya Universal Health Coverage (UHC) Awards 2026 kategori Pratama atas capaian cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Tahun 2025.


Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., pada acara Deklarasi dan Pencanangan Universal Health Coverage yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan di Jakarta International Expo (JIEXPO) Kemayoran, Selasa (27/01).


Kegiatan berskala nasional ini dihadiri oleh para kepala daerah, pimpinan kementerian, serta pemangku kepentingan sektor kesehatan dari seluruh Indonesia. Forum tersebut menjadi momentum konsolidasi nasional dalam memperkuat sistem jaminan kesehatan guna mewujudkan pelayanan kesehatan yang merata, adil, dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat.


Sebagai informasi, Universal Health Coverage (UHC) merupakan program jaminan kesehatan yang bertujuan memastikan seluruh penduduk memiliki akses terhadap layanan kesehatan yang berkualitas tanpa menghadapi kendala finansial. Penilaian UHC dilakukan berdasarkan sejumlah indikator, antara lain tingkat cakupan kepesertaan JKN, keaktifan peserta, serta ketepatan dan kelengkapan pembayaran iuran oleh pemerintah daerah.


Usai menerima penghargaan, Bupati Anwar Sadat menyampaikan bahwa pada tahun 2026 Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat kembali berhasil meraih UHC Awards kategori Pratama dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama BPJS Kesehatan.


“Penghargaan ini diberikan karena tingkat keaktifan peserta JKN di Kabupaten Tanjung Jabung Barat telah melebihi 99 persen, sementara cakupan kepesertaan juga sudah berada di atas 80 persen. Ini merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam mengakomodasi seluruh lapisan masyarakat agar terjamin kesehatannya,” ujar Bupati.


Ia menegaskan, dengan capaian tersebut tidak ada lagi masyarakat Tanjung Jabung Barat yang tidak terlayani dalam pelayanan kesehatan.


Lebih lanjut, Bupati Anwar Sadat mengajak seluruh masyarakat untuk aktif memanfaatkan kepesertaan JKN dalam memperoleh layanan kesehatan.


“Kami mengimbau masyarakat agar tidak takut untuk berobat. Cukup membawa KTP, pelayanan kesehatan dapat diakses melalui program JKN. Tidak ada lagi pungutan biaya untuk layanan kesehatan yang telah dijamin oleh pemerintah daerah,” tegasnya.


Bupati berharap program JKN dapat terus berjalan secara berkelanjutan melalui sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, BPJS Kesehatan, dan pemerintah pusat, sehingga kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat terus meningkat.


Di tingkat Provinsi Jambi, hanya empat daerah yang berhasil meraih UHC Awards 2026, yakni Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Kabupaten Sarolangun, dan Kota Jambi.


Pada kesempatan tersebut, Bupati Tanjung Jabung Barat turut didampingi oleh Sekretaris Daerah Tanjab Barat, Plt. Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kepala BKAD, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Perkim, Kepala Inspektorat serta Kepala BPJS Kesehatan Provinsi Jambi dan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kuala Tungkal.

Senin, 26 Januari 2026

Wabup Katamso Minta Pegawai Kantor Bupati Jadi Tauladan



TANJAB BARAT, TIGASISI.NET - Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat, Dr. H. Katamso SA, S.E., M.E., memimpin langsung Apel Rutin Pagi di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang digelar di halaman Kantor Bupati, Senin (26/1).  


Apel tersebut diikuti oleh Sekretaris Daerah, para Asisten, Staf Ahli, Kepala Bagian, pejabat fungsional, serta seluruh ASN di lingkup Sekretariat Daerah Kabupaten Tanjung Jabung Barat.  

 

Dalam amanatnya, Wakil Bupati Katamso menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh petugas apel yang terdiri dari Sekretaris Daerah, Staf Ahli, Asisten, dan Kepala Bagian.  

  

“Terima kasih kepada seluruh petugas apel. Mengawali tahun 2026, kegiatan ini merupakan inisiatif dari Pak Sekda, di mana petugas apel terdiri dari para asisten dan staf ahli sebagai bentuk keteladanan bagi kita semua. Kita berharap pegawai Kantor Bupati dapat menjadi mercusuar bagi kantor-kantor lainnya,” ujar Wabup.  

  

Pada kesempatan itu, Wabup juga menyampaikan capaian pertumbuhan ekonomi makro Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi daerah tercatat sebesar 4,45 persen, dan meningkat pada triwulan III tahun 2025 menjadi 4,96 persen.

  

“Kabupaten Tanjung Jabung Barat masih menghadapi sejumlah tantangan, di antaranya tingkat pengangguran yang relatif tinggi, serta sebagian masyarakat yang masih berada di bawah garis kemiskinan,” kata Wabup.  


Menutup amanatnya, Wabup mengajak seluruh jajaran Sekretariat Daerah untuk memperkuat kerja sama dan semangat pengabdian di tahun 2026.  

  

“Semoga apel pagi ini semakin memotivasi kita untuk meningkatkan etos kerja dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tutupnya.  

  

Bertindak sebagai Perwira Apel, Sekretaris Daerah Hermansyah, dengan Komandan Apel, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Yan Hery. Adapun pembaca UUD 1945 adalah Kabag Tata Pemerintahan Deasiro Prima, pembaca Panca Prasetya Korpri Asisten II Firdaus Khatab, pembaca ASN Berakhlak Asisten III Agus Sanusi, pembaca doa Staf Ahli Bidang Pemerintahan M. Yunus, serta pembawa acara Kabag Organisasi Erlinawati.

Minggu, 25 Januari 2026

Di Acara Kicau Mania, UAS Santuni anak Yatimq

 


Bupati Tanjung Jabung Barat Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Tanjung Jabung Barat Hj. Fadhilah Sadat, S.H., menghadiri sekaligus membuka secara resmi Turnamen Kicau Mania UAS Cup Berkah Madani Tahun 2026 yang digelar di Alun-Alun Kota Kuala Tungkal, Minggu (25/01).


Kegiatan ini berlangsung meriah dan diikuti oleh lebih dari 323 peserta dari berbagai daerah serta komunitas pencinta burung berkicau, baik yang berasal dari wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Barat maupun dari luar daerah, seperti Kota Jambi, Kabupaten Sarolangun, Muaro Jambi, hingga dari Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan. Turnamen ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi wadah silaturahmi antarpecinta burung sekaligus sarana penguatan ekonomi masyarakat.


Mengawali rangkaian kegiatan, Bupati Anwar Sadat didampingi istri tercinta menyerahkan santunan kepada 118 janda dan 40 anak yatim. Santunan tersebut diberikan sebagai bentuk rasa syukur atas milad ke-60 Bupati Anwar Sadat, sekaligus wujud kepedulian sosial kepada masyarakat yang membutuhkan.


Dalam sambutannya, Bupati Anwar Sadat menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia, sponsor, serta komunitas pencinta burung yang telah berinisiatif menyelenggarakan kegiatan positif tersebut.


“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan secara pribadi, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia, para sponsor, serta seluruh komunitas pencinta burung yang telah berinisiatif menyelenggarakan turnamen Kicau Mania UAS Cup Berkah Madani Tahun 2026 ini,” ujar Bupati.


Bupati menegaskan bahwa turnamen kicau mania ini bukan sekadar ajang lomba dan pameran, tetapi juga menjadi sarana silaturahmi, berbagi pengalaman, serta menumbuhkan kecintaan terhadap satwa, khususnya burung berkicau.


Lebih lanjut, Bupati menyampaikan dukungan penuh Pemerintah Daerah terhadap kegiatan-kegiatan positif yang berdampak langsung pada masyarakat. Selain sebagai penyaluran hobi, kegiatan ini dinilai mampu mendorong perputaran ekonomi lokal, terutama bagi para pedagang dan pelaku UMKM yang turut meramaikan acara.


“Semangat seperti inilah yang harus terus kita jaga dan kita bina, yaitu semangat berkarya, berkreasi, menggerakkan ekonomi lokal, serta kepedulian sosial terhadap anak-anak yatim, para janda, dan para lansia,” tambahnya.


Melalui kegiatan ini, Bupati juga mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga kelestarian alam dan satwa. Menurutnya, burung merupakan bagian penting dari ekosistem yang harus dijaga dan dilestarikan agar keindahan dan kicauannya tetap dapat dinikmati tanpa mengganggu keseimbangan lingkungan.


Kepada seluruh peserta lomba, Bupati Anwar Sadat mengucapkan selamat bertanding dan berpesan agar menjunjung tinggi sportivitas, kejujuran, serta semangat persaudaraan.


“Menang atau kalah adalah hal yang biasa, yang terpenting adalah kebersamaan dan nilai-nilai positif yang kita bangun bersama,” pungkasnya.


Turnamen Kicau Mania UAS Cup Berkah Madani Tahun 2026 mempertandingkan 12 kelas lomba, antara lain Murai Batu Umum, Kacer, Murai Batu Ring, Kenari A, Kenari B, Konin, Serindit A, dan Serindit B. Para peserta memperebutkan trofi, piala, piagam, serta hadiah utama berupa sepeda motor dan uang pembinaan.


Melihat tingginya antusiasme para pecinta burung yang datang dari berbagai daerah, Bupati Anwar Sadat berharap agar Turnamen Kicau Mania UAS Cup Berkah Madani ke depan dapat menjadi agenda tahunan, diselenggarakan dengan skala yang lebih besar serta hadiah yang lebih menarik. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan mampu menarik wisatawan dari luar daerah dan memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Barat.


Turut hadir dan menyaksikan Turnamen Kicau Mania UAS Cup Berkah Madani tersebut, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat H. Sjafril Simamora, S.H. selaku Ketua Pelaksana Turnamen Kicau Mania UAS Cup Berkah Madani Tahun 2026 beserta istri, Sekretaris Daerah, Kepala Kejaksaan Negeri, Ketua Pengadilan Agama, perwakilan Kodim 0419/Tanjab, perwakilan Polres Tanjung Jabung Barat, para Asisten, kepala OPD, dan camat di lingkup Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten, Ketua KONI, para juri dan panitia penyelenggara, para peserta lomba dan pameran burung berkicau dari berbagai daerah serta komunitas pencinta burung, serta tamu undangan lainnya.

Sabtu, 24 Januari 2026

Pemkab Tanjab Barat Tegaskan Komitmen Pembinaan Olahraga



TANJAB BARAT, TIGASISI.NET - Bupati Tanjung Jabung Barat Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., menegaskan komitmen Pemerintah Daerah dalam membina dan mempersiapkan generasi muda agar mampu menjadi atlet-atlet andalan daerah di masa depan. Hal tersebut disampaikan Bupati saat menghadiri sekaligus membuka secara resmi Turnamen Bulutangkis Berkah Madani Cup Tahun 2026 yang digelar di GOR Bulutangkis Patunas Kecamatan Tungkal Ilir, Sabtu (24/01).


Menurut Bupati, hingga saat ini prestasi olahraga Kabupaten Tanjung Jabung Barat, baik di tingkat provinsi maupun nasional, masih perlu terus ditingkatkan. Oleh karena itu, diperlukan kerja keras bersama, perhatian yang serius, serta pembinaan yang dilakukan secara terarah dan berkelanjutan.


“Pembinaan atlet harus dimulai sejak dini dan dilakukan secara konsisten. Tidak cukup hanya dengan satu kegiatan, tetapi harus ada program yang berkesinambungan,” ujar Bupati.


Bupati berharap para pengurus cabang olahraga, khususnya di tingkat sekolah dasar dan menengah, dapat lebih aktif dan serius dalam menyusun program pembinaan yang terstruktur. Melalui kegiatan yang difasilitasi oleh Ketua Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kabupaten Tanjung Jabung Barat berserta jajaran pengurus ini, diharapkan dapat terjaring atlet-atlet potensial yang mampu mewakili Kabupaten Tanjung Jabung Barat di tingkat provinsi.


Bupati menegaskan bahwa pembinaan akan dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan, disertai program lanjutan untuk meningkatkan kemampuan atlet dari sisi teknik, fisik, dan mental bertanding. Dengan dukungan metode pelatihan yang semakin modern, Bupati optimistis atlet muda daerah mampu bersaing dengan kabupaten lain.


Bupati juga mengajak seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh dan menampilkan kemampuan terbaiknya, sehingga ke depan dapat menjadi bagian dari atlet andalan Kabupaten Tanjung Jabung Barat.


Menutup sambutannya, Bupati Anwar Sadat menyampaikan bahwa kegiatan ini juga menjadi bagian dari persiapan Kabupaten Tanjung Jabung Barat sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Tahun 2027, sehingga pembinaan atlet harus dimulai sejak dini agar prestasi dapat dicapai secara optimal.


Sebelumnya, Ketua PBSI Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Hermansyah, S.STP., M.H., dalam laporannya menyampaikan bahwa turnamen bulutangkis ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam pembinaan olahraga pelajar, sekaligus persiapan menghadapi kejuaraan tingkat provinsi tahun 2027.


Turnamen tahun 2026 ini diikuti oleh 144 peserta pelajar dari berbagai kecamatan yang terbagi dalam jenjang sekolah dasar dan sekolah menengah. Selain itu, panitia juga melibatkan 28 pasangan peserta umum dari perwakilan OPD dan kecamatan, yang menambah semarak dan antusiasme kegiatan.


Turnamen dilaksanakan pada 24 hingga 31 Januari 2026 dan telah dimulai sejak pagi hari dengan pertandingan-pertandingan awal yang berlangsung kompetitif dan menjunjung tinggi sportivitas.


Sekda Hermansyah berharap kegiatan ini dapat berjalan lancar, menjadi ajang silaturahmi, serta melahirkan atlet-atlet muda berprestasi. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Tanjung Jabung Barat dan jajaran pemerintah daerah atas dukungan yang diberikan, serta berharap sinergi seluruh pihak terus terjalin demi kemajuan olahraga dan kesehatan masyarakat di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.


Kegiatan pembukaan turnamen bulutangkis Berkah Madani tahun 2026 ini turut dihadiri oleh Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat, unsur Forkopimda atau yang mewakili, Staf Ahli, Asisten, Kepala OPD, dan Camat Lingkup Pemrintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Ketua KONI, Ketua PBSI Tanjung Jabung Barat beserta jajaran pengurus, pimpinan Bank 9 Jambi dan Bank Tanggo Rajo Kuala Tungkal, para guru, para peserta turnamen, dan tamu undangan lainnya.

Rabu, 21 Januari 2026

Wabup Katamso Hadiri Penyerahan Gelar Adat LAM Provinsi Jambi


TANJAB BARAT, TIGASISI.NET - Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat Dr. H. Katamso SA, S.E., M.E., didampingi Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Tanjung Jabung Barat Marina Septiani Katamso, S.I.P., menghadiri kegiatan penganugerahan Gelar Adat Melayu Jambi kepada unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Jambi yang diselenggarakan oleh Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Jambi di Balairungsari LAM Jambi, Rabu (21/1).


Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Tanjab Barat Katamso menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas terselenggaranya kegiatan adat yang sarat makna tersebut. Menurutnya, pelestarian adat dan budaya Melayu merupakan bagian penting dalam memperkuat identitas daerah serta mempererat hubungan sosial kemasyarakatan di Provinsi Jambi.


“Adat Melayu adalah warisan luhur yang mengajarkan nilai-nilai moral dan tata krama dalam kehidupan bermasyarakat. Kegiatan seperti ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga adat dalam menjaga kelestarian budaya serta memperkuat identitas daerah,” ujar Wabup Katamso.


Wabup juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat untuk terus mendukung peran Lembaga Adat di tingkat kabupaten maupun desa melalui berbagai program yang berorientasi pada pelestarian nilai-nilai budaya lokal sejalan dengan pembangunan daerah.


Prosesi penganugerahan gelar adat dipimpin langsung oleh Ketua LAM Provinsi Jambi Datuk Hasan Basri Agus (HBA) yang bergelar Datuk Tumenggung Putro Jayodingrat. Acara berlangsung khidmat dengan berbagai tahapan adat, mulai dari pembacaan gelar, penyematan pin, pemasangan selempang, hingga pemberian gordon kepada para penerima gelar.


Makna adat semakin terasa ketika Gubernur Jambi Al Haris, bergelar Datuk Mangkubumi Setio Alam, selaku Pembina LAM Provinsi Jambi, menyerahkan keris adat sebagai simbol kehormatan. Sementara itu, Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani, bergelar Paduko Agungmulyo Agamo, turut menyerahkan Piagam Gelar Adat dan buku pokok adat Melayu Jambi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah kepada para bupati dan wali kota se-Provinsi Jambi.


Dalam sambutannya, Ketua LAM Jambi Datuk Hasan Basri Agus menegaskan bahwa penganugerahan gelar adat bukan sekadar seremoni, tetapi mengandung tanggung jawab moral yang besar bagi para penerimanya untuk menjadi suri teladan di tengah masyarakat.


“Yang menerima gelar mesti menjadi figur teladan, karena penganugerahan ini sah secara adat sekaligus memiliki legitimasi hukum,” ujar Datuk HBA.


Adapun tujuh unsur Forkopimda Provinsi Jambi yang menerima Gelar Adat Melayu Jambi pada kesempatan tersebut yakni: Ketua DPRD Provinsi Jambi Datuk M. Hafiz Fattah, gelar Adipati Utamo Setio Puro, Kapolda Jambi Datuk Irjen Pol Krisno H. Siregar, gelar Adipati Utama Siginjai Sakti, Danrem 042/Garuda Putih Datuk Brigjen TNI Heri Purwanto, gelar Adipati Utama Sijimat Batuah, Kajati Jambi Datuk Sugeng Hariadi, gelar Adipati Utamo Sitimang Jayo, Ketua Pengadilan Tinggi Jambi Datin Iva Sudewi, gelar Adipati Utama Radin Undang, Ketua Pengadilan Tinggi Agama Jambi Datuk Hasim Marsalina, gelar Adipati Utamo Neraco Agamo, serta Sekda Provinsi Jambi Datuk Sudirman, gelar Adipati Utama Tanggo Rajo. 


Kegiatan tersebut turut dihadiri para Bupati dan Wali Kota se-Provinsi Jambi beserta istri, para Rektor Universitas, Kajari se-Provinsi Jambi, Kapolres se-Provinsi Jambi, Dandim se-Provinsi Jambi, psra Pejabat Tinggi Pratama dilingkungan Provinsi jambi, Pimpinan Instansi Vertikal Provinsi Jambi, Pemuka Adat Provinsi Jambi serta para Ketua LAM Kabupaten se-Provinsi Jambi.

Pemkab Tanjab Barat Libatkan Peeguruan Tinggi Rumuskan Strategi Pembangunan

TANJAB BARAT, TIGASISI.NET - Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat menggelar forum Ekspose dan Analisis Ekonomi Kabupaten Tanjung Jabung Barat Suatu Perspektif bersama para profesor dari Universitas Jambi (UNJA) sebagai upaya memperkuat kebijakan pembangunan daerah berbasis kajian ilmiah dan bukti empiris (evidence based policy), di Ruang Rapat Lantai III Bapperida, Rabu (21/01).


Kegiatan yang dibuka langsung oleh Bupati Tanjung Jabung Barat Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., dihadiri oleh Sekretaris Daerah, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, para kepala OPD, para camat lingkup Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, dosen dan mahasiswa IAI An-Nadwah Kuala Tungkal, serta undangan lainnya. Sejumlah profesor dan akademisi ekonomi dan pembangunan UNJA yang tergabung dalam Tim Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNJA turut hadir untuk memaparkan hasil kajian terkait kondisi dan potensi ekonomi Kabupaten Tanjung Jabung Barat.


Dalam sambutannya, Bupati Anwar Sadat menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan akademisi dalam menyusun kebijakan publik, khususnya dalam menghadapi tantangan efisiensi anggaran dan tuntutan pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.


“Kebijakan dan program pemerintah harus berbasis ilmu pengetahuan dan kajian akademik. Program tanpa dasar ilmiah dan akademik akan berisiko tidak tepat sasaran dan tidak memberi dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.


Ia menjelaskan bahwa forum ini menjadi momentum strategis untuk merumuskan arah pembangunan Kabupaten Tanjung Jabung Barat periode 2026–2030, termasuk dalam penyusunan APBD murni maupun APBD perubahan. Masukan dari para profesor diharapkan dapat menjadi dasar perencanaan anggaran yang lebih terarah, tematik, dan berkelanjutan.


Beberapa isu prioritas yang dibahas antara lain penurunan angka stunting, pengentasan kemiskinan, peningkatan pendapatan masyarakat, serta optimalisasi sektor unggulan seperti pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan. Kabupaten Tanjung Jabung Barat dinilai memiliki posisi strategis sebagai jalur distribusi hasil bumi ke berbagai daerah, bahkan hingga pasar internasional.


“Selama ini kita menjadi jalur lintasan hasil bumi dari daerah lain. Ke depan, potensi lahan dan hasil pertanian lokal harus dimaksimalkan agar nilai ekonomi dinikmati langsung oleh masyarakat Tanjung Jabung Barat,” tambahnya.


Forum ini juga menyoroti pentingnya pembangunan berkelanjutan (sustainable development) agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi memberikan efek domino yang berkesinambungan bagi kesejahteraan masyarakat.


Pemerintah daerah berharap hasil kajian dan rekomendasi para akademisi dapat memperkuat argumentasi pemerintah dalam pembahasan anggaran bersama DPRD maupun pemerintah pusat, sehingga program-program yang diusulkan memiliki dasar akademik yang kuat dan sulit untuk dipatahkan.


“Dengan analisis ilmiah dan akademik yang komprehensif, kebijakan dan anggaran yang kita ajukan akan lebih efektif, terukur, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegas Bupati.


Sementara itu, mengawali pemaparannya, Prof. Dr. Drs. Zulgani, M.P., menjelaskan bahwa Kabupaten Tanjung Jabung Barat dipilih karena memiliki potensi besar sekaligus tantangan pembangunan yang kompleks. Ia menegaskan peran perguruan tinggi tidak boleh berhenti di kampus, tetapi harus hadir langsung di daerah untuk membaca persoalan nyata dan menawarkan solusi.


Dalam paparannya, Prof. Zulgani mengidentifikasi tiga tantangan utama pembangunan daerah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, yakni lingkungan, ekonomi, dan teknologi. Dari sisi lingkungan, tantangan meliputi deforestasi, pencemaran pesisir, dan meningkatnya emisi karbon akibat alih fungsi lahan. Dari aspek ekonomi, struktur perekonomian masih didominasi sektor primer dengan keterbatasan infrastruktur dan akses pasar. Sementara di bidang teknologi, masih terdapat kesenjangan digital, rendahnya literasi digital, serta minimnya nilai tambah produksi.


Untuk menjawab tantangan tersebut, ia mendorong integrasi tiga pilar pembangunan, yaitu ekonomi hijau, digitalisasi, dan berkelanjutan, guna mewujudkan pembangunan yang inovatif, inklusif, dan berkelanjutan. Sejumlah program ekonomi hijau diusulkan, mulai dari rehabilitasi mangrove, pemanfaatan energi terbarukan, pengembangan ekowisata, hingga penguatan bank sampah, dengan dukungan investasi dari APBD, APBN, swasta, green bonds, dan CSR.


Prof. Zulgani juga menekankan pentingnya menjadikan Sustainable Development Goals (SDGs) sebagai dasar penyusunan APBD, seraya mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi belum sepenuhnya berdampak pada penurunan kemiskinan. Menurutnya, transformasi ekonomi harus diikuti penurunan kemiskinan dan pengangguran agar manfaat pembangunan dirasakan secara merata.


Ia pun mendorong hilirisasi dan peningkatan nilai tambah lokal melalui pengembangan industri pengolahan, peningkatan keterampilan tenaga kerja, dan penguatan UMKM, agar perputaran ekonomi terjadi di dalam daerah. Melalui forum ini, diharapkan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan pemangku kepentingan dapat melahirkan kebijakan pembangunan Tanjung Jabung Barat yang berbasis data, inklusif, dan berkelanjutan.


Prof. Zulgani menilai tantangan terbesar pembangunan Kabupaten Tanjung Jabung Barat adalah menurunkan kemiskinan dan pengangguran di tengah keterbatasan APBD dan pengetatan kebijakan fiskal. Kondisi ini menuntut pemerintah daerah tetap mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan tepat sasaran.


Ia menjelaskan sumber pertumbuhan ekonomi daerah berasal dari lima sektor utama, yakni pertanian, pertambangan, jasa perusahaan, industri pengolahan, dan perdagangan. Namun, lemahnya nilai tambah dan minimnya efek pengganda ekonomi membuat daerah lebih banyak menjadi jalur lintasan, sementara keuntungan dinikmati pihak luar.


Karena itu, Tim Ekonomi FEB UNJA mendorong Pemerintah Daerah dalam penguatan sektor unggulan, hilirisasi, serta kebijakan berbasis kajian akademik agar transformasi ekonomi mampu menurunkan kemiskinan, mengurangi pengangguran, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Tanjung Jabung Barat secara merata.


Dalam kesempatan yang sama, Prof. Dr. Johanes Simatupang, S.E., M.Si., dalam pemaparannya menyoroti pentingnya pendekatan mikro dalam pembangunan daerah, khususnya dalam pengelolaan destinasi wisata mangrove Pangkal Babu di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Ia menilai Pangkal Babu merupakan contoh nyata potensi wisata berbasis alam yang telah berjalan, namun masih menghadapi tantangan serius, terutama akibat faktor lingkungan dan lemahnya sinkronisasi kebijakan.


Menurutnya, Pangkal Babu sudah menjadi destinasi wisata aktif dan mulai memberikan kontribusi pendapatan daerah, meski nilainya masih terbatas. Namun, kawasan ini rentan terdampak pasang laut yang merusak infrastruktur seperti titian kayu, sehingga membutuhkan desain pembangunan yang adaptif terhadap kondisi alam, termasuk peninggian jalur dan penggunaan material yang lebih tahan.


Ia menjelaskan bahwa pengelolaan kawasan telah diarahkan pada tiga zonasi, yakni zona wisata, konservasi, dan hortikultura, yang diperkuat melalui peraturan desa serta peran aktif komunitas lokal. Saat ini, pengelolaan wisata Pangkal Babu melibatkan komunitas masyarakat yang menjalankan berbagai fungsi, mulai dari tiket, transportasi, hingga usaha kecil di kawasan wisata.


Namun demikian, dukungan politik dan kebijakan dinilai masih belum optimal. Anggaran yang tersedia dinilai belum sebanding dengan kebutuhan revitalisasi kawasan, terutama untuk menjaga keberlanjutan lingkungan mangrove yang memiliki fungsi ekologis penting sebagai penahan abrasi dan penyerap karbon.


Ia juga menyoroti lemahnya nilai tambah ekonomi akibat minimnya hilirisasi dan rendahnya efek pengganda ekonomi. Ia mencontohkan banyak komoditas lokal, termasuk hasil pertanian dan perikanan, yang dijual dalam bentuk mentah sehingga keuntungan lebih besar justru dinikmati daerah lain.


Selain itu, ia mengingatkan potensi konflik kewenangan antarinstansi dalam pengelolaan kawasan mangrove, perbedaan data spasial, serta tumpang tindih perizinan yang dapat menghambat pembangunan. Karena itu, ia mendorong sinkronisasi regulasi, penggunaan data bersama, serta sistem perizinan terpadu satu pintu.


Sebagai rekomendasi, Tim Ekonomi FEB UNJA menekankan pentingnya perencanaan daerah Kabupetan Tanjung Jabung Barat yang berbasis isu lokal, penguatan peran komunitas, pendidikan konservasi mangrove, serta pembangunan yang implementatif dan realistis. Ia juga mengajak perguruan tinggi dan mahasiswa untuk terlibat langsung dalam aksi nyata, seperti penanaman mangrove berbasis masyarakat.


“Kuncinya adalah implementasi. Jangan hanya perencanaan di atas kertas, tetapi aksi nyata yang melibatkan komunitas lokal,” tegasnya.


Ia menutup paparannya dengan menegaskan bahwa keunggulan mikro Tanjung Jabung Barat terletak pada kemampuan mengelola kawasan mangrove secara berkelanjutan, karena potensi tersebut tidak dimiliki banyak daerah lain.

Selasa, 20 Januari 2026

Kembali Dilantik Bupati, Ternyata Ini Sederet Prestasi Gemilang Farizal




BATANG HARI, TIGASISI. NET - Farizal, S.H..,M.H kembali dipercaya oleh Bupati Batang Hari Muhammad Fadhil Arief menduduki jabatan sebagai Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan daerah itu.

Langkah yang diambil oleh orang nomor wahid di Batang Hari itu terbilang selektif. Tangan dingin Farizal dianggap terampil untuk mendongkrak sektor pertanian.

Hal tersebut terbukti, dibawah komandonya, Batang Hari mampu menambah luas panen sebanyak 1.939 hektare dalam waktu satu tahun.

Tak hanya itu, luas tanam padi pun juga terkelola dengan apik, Batang Hari tercatat mampu meningkatkan luas tanam sebanyak 2.582 hektare.

“Untuk tahun 2024 luas panen kita sebanyak 6.084 hektare, dari tahun sebelumnya hanya 4.145 hektare,” kata Farizal, Selasa (20/1/26).

“Kemudian kalau untuk luas tanam padi Alhamdulillah juga meningkat, untuk tahun 2025 sebanyak 7.997 hektare, cukup tinggi meningkat dari tahun sebelumnya yaitu 5.415 hektare,” tukasnya.

Farizal tak menampik, situasi ini belum membuatnya puas. Ia menargetkan Batang Hari bakal menjadi lumbung pangan nasional.

“Kedepan kami akan terus memperluas jangkauan luas tanam padi untuk meningkatkan hasil panen,” ujarnya.

Mantan Kabag Hukum Batang Hari itu menambahkan, pihaknya di dinas juga membantu perlengkapan pertanian. Mulai dari Alsintan, Benih, Pupuk dan kebutuhan petani lainnya.

Menurutnya, hal tersebut merupakan upaya pemerintah Kabupaten Batang Hari mendukung percepatan program swasembada pangan beras di daerah tersebut.

“Insyaallah apa yang dicita-citakan pak Bupati dan Wakil Bupati akan terwujud. Kami akan bekerja keras untuk mensukseskan hal tersebut,” pungkasnya.


Pewarta: Juniko

Kembali Dilantik Bupati, Ternyata Ini Sederet Prestasi Gemilang Farizal





BATANG HARI, TIGASISI. NET - Farizal, S.H..,M.H kembali dipercaya oleh Bupati Batang Hari Muhammad Fadhil Arief menduduki jabatan sebagai Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan daerah itu.

Langkah yang diambil oleh orang nomor wahid di Batang Hari itu terbilang selektif. Tangan dingin Farizal dianggap terampil untuk mendongkrak sektor pertanian.

Hal tersebut terbukti, dibawah komandonya, Batang Hari mampu menambah luas panen sebanyak 1.939 hektare dalam waktu satu tahun.

Tak hanya itu, luas tanam padi pun juga terkelola dengan apik, Batang Hari tercatat mampu meningkatkan luas tanam sebanyak 2.582 hektare.

“Untuk tahun 2024 luas panen kita sebanyak 6.084 hektare, dari tahun sebelumnya hanya 4.145 hektare,” kata Farizal, Selasa (20/1/26).

“Kemudian kalau untuk luas tanam padi Alhamdulillah juga meningkat, untuk tahun 2025 sebanyak 7.997 hektare, cukup tinggi meningkat dari tahun sebelumnya yaitu 5.415 hektare,” tukasnya.

Farizal tak menampik, situasi ini belum membuatnya puas. Ia menargetkan Batang Hari bakal menjadi lumbung pangan nasional.

“Kedepan kami akan terus memperluas jangkauan luas tanam padi untuk meningkatkan hasil panen,” ujarnya.

Mantan Kabag Hukum Batang Hari itu menambahkan, pihaknya di dinas juga membantu perlengkapan pertanian. Mulai dari Alsintan, Benih, Pupuk dan kebutuhan petani lainnya.

Menurutnya, hal tersebut merupakan upaya pemerintah Kabupaten Batang Hari mendukung percepatan program swasembada pangan beras di daerah tersebut.

“Insyaallah apa yang dicita-citakan pak Bupati dan Wakil Bupati akan terwujud. Kami akan bekerja keras untuk mensukseskan hal tersebut,” pungkasnya.


Pewarta: Juniko
© Copyright 2019 Tigasisi.net | AKTUAL & FAKTUAL | All Right Reserved