' 117 Pendekar Berbaju Hitam Resmi di Wisuda Sebagai Warga PSHT - Tigasisi.net | AKTUAL & FAKTUAL

Rabu, 10 Agustus 2022

117 Pendekar Berbaju Hitam Resmi di Wisuda Sebagai Warga PSHT

117 Pendekar Berbaju Hitam Resmi di Wisuda Sebagai Warga PSHT





BATANGHARI, TIGASISI.NET - Setelah menjalani proses latihan pencak silat sekitar satu tahun lebih, sebanyak 117 orang Calon Warga Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Batanghari Pusat Madiun, Selasa malam (9/8/2022), secara resmi di Wisuda atau disahkan sebagai Warga PSHT. Pengesahan para pendekar yang identik dengan pakaian serba hitam ini turut mendapat apresiasi dari pihak Pemerintah Daerah dan DPRD setempat.

Dalam prosesi pengesahan warga baru PSHT yang berpusat di Ruang Aula STIE-GK Muarabulian ini, tampak hadir Bupati Batanghari Muhammd Fadhil Arief yang diwakili Asisten I Setda Muhammad Rifa’i, Ketua DPRD Anita Yasmin, Kapolres AKBP M. Hasan beserta jajaran, Kajari Sugih Carvallo, Ketua Koni Arzanil, Ketua IPSI Batanghari Adison, Kakan Kesbangpol Ansori, Ketua AJB Septa Randika serta tamu undangan lainnya. 

Kehadiran para tamu undangan tampak disambut baik oleh Ketua Perwakilan pusat (Perwapus) PSHT Provinsi Jambi Kang Mas Sutikno serta para Dewan Pengesah PSHT Pusat Madiun. Mereka juga tampak disambut meriah melalui persembahan Group Kompangan Miftahul Jannah Desa Bajubang Laut, dan pengalungan syal berlambang PSHT yang dikomandoi oleh Ketua Cabang PSHT Batanghari Sauri Yahya, dan Ketua Panitia Erik Hadinata. Prosesi ini disaksikan langsung oleh Ratusan Pendekar PSHT yang hadir.
 
Dalam sambutannya Ketua Panitia Erik Hadinata menyampaikan, bahwa ratusan orang calon warga PSHT se-Cabang Batanghari yang disahkan tahun ini, terdiri dari 90 orang laki-laki, dan 27 orang perempuan. “Mereka adalah para Siswa yang sebelumnya telah dilatih dengan menjalani masa latihan sejak tahun 2021 lalu. Keberhasilan ini berkat jasa para pelatih tetap dan para warga yang tak kenal lelah, dan tanpa pamrih untuk melatih,” ujarnya.

Menurutnya, pengesahan ini juga merupakan agenda tahunan yang sakral bagi PSHT. Dimana para calon warga yang akan menjadi Saudara mereka, dapat disahkan ketika telah melalui berbagai tahapan latihan. “Tidak hanya latihan fisik, dalam ajaran PSHT kami juga di didik untuk menjadi manusia yang berbudi luhur, tahu benar dan salah serta memayu hayuning bawono,” ungkapnya.

Sementara Ketua Cabang PSHT Batanghari Sauri Yahya, mengucapkan terima kasih atas kehadiran para tamu undangan baik dari Unsur Pemerintahan, Dewan dan Unsur Forkopimda dan tamu undangan lainnya. “Ini merupakan suatu kebanggaan bagi kami Pengurus maupun Warga PSHT khususnya Cabang Batanghari. Mudahan-mudahan ini merupakan salah satu bukti terjalinnya silaturrahmi yang baik, dan menjadi motivasi bagi seluruh warga untuk terus berperan aktif untuk mengembangkan Organisasi ini,” sebutnya.

Sauri pun berpesan kepada seluruh Calon Warga yang baru disahkan dan juga Warga PSHT, untuk terus menjaga dan memperkuat rasa Persaudaraan. Terlebih dalam ajaran PSHT, mereka di didik tanpa memandang pangkat, derajat, serta tidak dibatasi oleh Suku, RAS, Agama maupun golongan. “Jangan sekali-kali menodai marwah PSHT, dan mari sama-sama kita tebar kebajikan agar PSHT dapat terus berkembang ditengah masyarakat. Sesuai dengan semboyan kita, Selama Matahari Masih bersinar, dan bumi masih di huni oleh manusia. Maka selama itu pula PSHT akan tetap jaya abadi selama-lamanya,” tegasnya.
 
Sementara itu, Asisten I Setda Batanghari Muhammad Rifa’i sangat mengapresiasi perkembangan PSHT Pusat Madiun di daerah setempat. Dirinya pun berharap, lahirnya warga baru PSHT ini dapat semakin mempererat rasa persaudaraan dan menjadi generasi pencak silat yang berkualitas, dan mampu membawa pengaruh positif ditengah masyarakat dan organisasi. “Pengesahan Warga baru ini tepat di bulan bersejarah dalam Kemerdekaan Republik Indonesia. Semoga warga baru ini memiliki samangat juang yang tinggi, dan tetap mematuhi aturan-aturan dan AD/ART organisasi,”ucapnya.

Hal senada juga dikatakan Ketua DPRD Batanghari Anita Yasmin, di usia yang sudah menginjak 100 tahun (Satu Abad), dan berkembang sejak tahun 1922 yang berpusat di Kota Madiun Jawa Timur, Anita berharap agar organisasi ini dapat terus memperkuat nilai-nilai budaya dan berguna bagi Masyarakat khususnya di Bumi Serentak Bak Regam tersebut. “Semoga dapat terus dikembangkan dan diperkenalkan. Teruslah berupaya untuk melahirkan Pencak Silat yang berprestasi mulai dari tingkat Kabupaten sampai Nasional,”pungkasnya. (Red)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2019 Tigasisi.net | AKTUAL & FAKTUAL | All Right Reserved