' PMII Batanghari Bakal Gelar Aksi Demo ke Kantor DPRD, Berikut Tuntutannya - Tigasisi.net | AKTUAL & FAKTUAL

Minggu, 10 April 2022

PMII Batanghari Bakal Gelar Aksi Demo ke Kantor DPRD, Berikut Tuntutannya

PMII Batanghari Bakal Gelar Aksi Demo ke Kantor DPRD, Berikut Tuntutannya






BATANGHARI, TIGASISI.NET - Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kabupaten Batanghari dikabarkan bakal menggelar aksi unjuk rasa, Senin (11/4/22).

Aksi unjuk rasa para mahasiswa ini dikabarkan menyasar ke kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Batanghari.

Mereka menuntut agar seluruh wakil rakyat di Kabupaten Batanghari ini mampu memberi solusi mengenai sejumlah tuntutan mereka yang dinilai saat ini sangat membebani masyarakat.

Adapun tuntutan para demonstrasi ini diantaranya;

- Mengutuk keras tindakan represif dari oknum keamanan.

- Menolak kenaikan harga BBM.

- Menolak Jabatan Presiden 3 Periode serta menolak penundaan pemilu.

- Mencari solusi terkait kelangkaan minyak goreng.

- Menuntaskan kemacetan yang disebabkan oleh angkutan Batubara.

Kabar ini dibenarkan oleh ketua PC PMII Batanghari, Mauludin. 

Mauludin mengatakan, dirinya telah melayangkan surat pemberitahuan dan permohonan izin terkait aksi demo tersebut ke Kepolisian Resort (Polres) Batanghari.


"Iya benar, besok Senin kami PMII dan HMI akan demo di depan kantor DPRD Batanghari, permohonan izin sudah kami sampaikan ke Kapolres," kata Mauludin.

Diketahui, dalam surat pemberitahuan aksi tersebut tertulis masa yang ikut berdemo sejumlah 50 orang.

"Kalau untuk masa yang ikut turun tidak bisa kita pastikan berapa jumlah nya. Untuk surat pemberitahuan aksi ke Kapolres dibuat lebih kurang 50 peserta aksi," jelasnya

Utamanya, Mauludin beserta anggota meminta agar 35 wakil rakyat di gedung DPRD tersebut segera mencarikan solusi terkait kemacetan akibat membludaknya truck angkutan muatan Batubara.

Menurutnya, pelepasan angkutan Batubara pada titik cegat Muarabulian saat ini dinilai dapat membahayakan keselamatan pengendara yang berlalu lalang di sejumlah pusat keramaian.

"Kami meminta agar mobil Batubara ini jangan dilepas jam 6, karena bahaya bagi warga yang ramai beraktivitas di sore hari selama bulan puasa," pintanya.

Lebih jauh ketua PMII kelahiran Desa Olak Kemang, Kecamatan Marosebo Ulu ini menegaskan bahwa aksi unjuk rasa yang dilaksanakan nantinya akan berjalan damai tanpa anarkis.

"In Syaa Allah aksi besok dapat terkendali berjalan tanpa adanya aksi kekerasan," pungkasnya



Reporter : Juniko

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2019 Tigasisi.net | AKTUAL & FAKTUAL | All Right Reserved