Berita Terbaru

Sabtu, 24 Januari 2026

Pemkab Batang Hari Luncurkan Giat Gebyar Anak dan Orang tua



BATANG HARI, TIGASISI.NET - Pemerintah Kabupaten Batang Hari, Jambi meluncurkan kegiatan Gebyar Anak dan Orang Tua, yang digelar serentak di delapan kecamatan di daerah setempat yang mulai pada 19 sampai 24 Januari 2025.

Peluncuran program tersebut berlangsung bersamaan di Kecamatan Bajubang, Muara Bulian, Maro Sebo Ilir, Batin XXIV, Mersam, Maro Sebo Ulu, Muara Tembesi, dan Pemayung.

Bupati Kabupaten Batang Hari Muhammad Fadhil Arief di Muara Bulian, Selasa, mengatakan bahwa kegiatan gebyar anak dan orang tua tersebut pertama kali di gelar di daerah setempat.

Seluruh kegiatan dipusatkan di posyandu kecamatan masing-masing sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan ibu dan anak.

"Dari kegiatan itu agar anak-anak, ibu hamil, dan balita di Batang Hari benar-benar siap menjadi generasi emas yang sehat, cerdas, dan kuat,"katanya.

Gebyar Anak dan Orang Tua merupakan upaya menyatukan seluruh peran dalam membangun kualitas generasi masa depan, khususnya dalam pencegahan stunting.

Selain itu Bupati Batang Hari mengatakan selama ini penanganan stunting masih berjalan secara terpisah. Pemerintah, perusahaan, hingga orang tua dinilai bergerak sendiri-sendiri tanpa sinergi yang kuat.

Pemkab Tanjab Barat Tegaskan Komitmen Pembinaan Olahraga



TANJAB BARAT, TIGASISI.NET - Bupati Tanjung Jabung Barat Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., menegaskan komitmen Pemerintah Daerah dalam membina dan mempersiapkan generasi muda agar mampu menjadi atlet-atlet andalan daerah di masa depan. Hal tersebut disampaikan Bupati saat menghadiri sekaligus membuka secara resmi Turnamen Bulutangkis Berkah Madani Cup Tahun 2026 yang digelar di GOR Bulutangkis Patunas Kecamatan Tungkal Ilir, Sabtu (24/01).


Menurut Bupati, hingga saat ini prestasi olahraga Kabupaten Tanjung Jabung Barat, baik di tingkat provinsi maupun nasional, masih perlu terus ditingkatkan. Oleh karena itu, diperlukan kerja keras bersama, perhatian yang serius, serta pembinaan yang dilakukan secara terarah dan berkelanjutan.


“Pembinaan atlet harus dimulai sejak dini dan dilakukan secara konsisten. Tidak cukup hanya dengan satu kegiatan, tetapi harus ada program yang berkesinambungan,” ujar Bupati.


Bupati berharap para pengurus cabang olahraga, khususnya di tingkat sekolah dasar dan menengah, dapat lebih aktif dan serius dalam menyusun program pembinaan yang terstruktur. Melalui kegiatan yang difasilitasi oleh Ketua Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kabupaten Tanjung Jabung Barat berserta jajaran pengurus ini, diharapkan dapat terjaring atlet-atlet potensial yang mampu mewakili Kabupaten Tanjung Jabung Barat di tingkat provinsi.


Bupati menegaskan bahwa pembinaan akan dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan, disertai program lanjutan untuk meningkatkan kemampuan atlet dari sisi teknik, fisik, dan mental bertanding. Dengan dukungan metode pelatihan yang semakin modern, Bupati optimistis atlet muda daerah mampu bersaing dengan kabupaten lain.


Bupati juga mengajak seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh dan menampilkan kemampuan terbaiknya, sehingga ke depan dapat menjadi bagian dari atlet andalan Kabupaten Tanjung Jabung Barat.


Menutup sambutannya, Bupati Anwar Sadat menyampaikan bahwa kegiatan ini juga menjadi bagian dari persiapan Kabupaten Tanjung Jabung Barat sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Tahun 2027, sehingga pembinaan atlet harus dimulai sejak dini agar prestasi dapat dicapai secara optimal.


Sebelumnya, Ketua PBSI Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Hermansyah, S.STP., M.H., dalam laporannya menyampaikan bahwa turnamen bulutangkis ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam pembinaan olahraga pelajar, sekaligus persiapan menghadapi kejuaraan tingkat provinsi tahun 2027.


Turnamen tahun 2026 ini diikuti oleh 144 peserta pelajar dari berbagai kecamatan yang terbagi dalam jenjang sekolah dasar dan sekolah menengah. Selain itu, panitia juga melibatkan 28 pasangan peserta umum dari perwakilan OPD dan kecamatan, yang menambah semarak dan antusiasme kegiatan.


Turnamen dilaksanakan pada 24 hingga 31 Januari 2026 dan telah dimulai sejak pagi hari dengan pertandingan-pertandingan awal yang berlangsung kompetitif dan menjunjung tinggi sportivitas.


Sekda Hermansyah berharap kegiatan ini dapat berjalan lancar, menjadi ajang silaturahmi, serta melahirkan atlet-atlet muda berprestasi. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Tanjung Jabung Barat dan jajaran pemerintah daerah atas dukungan yang diberikan, serta berharap sinergi seluruh pihak terus terjalin demi kemajuan olahraga dan kesehatan masyarakat di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.


Kegiatan pembukaan turnamen bulutangkis Berkah Madani tahun 2026 ini turut dihadiri oleh Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat, unsur Forkopimda atau yang mewakili, Staf Ahli, Asisten, Kepala OPD, dan Camat Lingkup Pemrintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Ketua KONI, Ketua PBSI Tanjung Jabung Barat beserta jajaran pengurus, pimpinan Bank 9 Jambi dan Bank Tanggo Rajo Kuala Tungkal, para guru, para peserta turnamen, dan tamu undangan lainnya.

Rabu, 21 Januari 2026

Bupati Batang Hari Terima Kunjungan Audiensi dari LKBN Antara Biro Jambi




BATANG HARI, TIGASISI.NET - Bupati Batang Hari Muhammad Fadhil Arief menerima kunjungan audiensi dari jajaran Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara Biro Jambi.


Kunjungan audiensi tersebut yang didampingi oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Batang Hari.


Pertemuan yang berlangsung hangat ini dilaksanakan di Serambi Rumah Dinas Bupati pada Rabu (21/01/26).

‎Memperkuat Sinergi Disseminasi Informasi Tujuan utama dari pertemuan ini adalah untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Batang Hari dengan LKBN Antara sebagai Kantor Berita Negara.


‎Fokus utama diskusi mencakup optimalisasi penyebarluasan informasi pembangunan, potensi daerah, serta capaian program kerja Pemerintah Kabupaten Batang Hari agar dapat terpublikasi secara luas, baik di tingkat regional maupun nasional.

Pemkab Batang Hari Optimis Capai Swasembada 2026



BATANG HARI, TIGASISI.NET - Pemerintah Kabupaten Batang Hari, Jambi optimis untuk mencapai swasembada pangan tahun ini, melihat dari hasil produksi tahun sebelumnya.

Bupati Kabupaten Batang Hari Muhammad Fadhil Arief di Muara Bulian, Rabu, mengatakan pada 2025 sebelumnya masih mengalami kekurangan sekitar 55 ton.

"Tahun ini kita optimistis capaian itu dapat kita tingkatkan,"katanya.

Namun, ia menargetkan pada tahun ini tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan lokal, tetapi juga bisa memberi makan masyarakat di luar Batang Hari.

Selain itu, Bupati Fadhil Arief juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dan mempertahankan semangat kerja PPL tangguh sejak 2022.

Untuk itu, Bupati Batang Hari berpesan kepada para PPL (Petugas Penyuluh Lapangan) untuk terus bekerja keras dan mempertahankan semangat kerja yang baik.

"Kita tahu bahwa PPL memiliki peran penting dalam membantu petani, maka kita harus terus meningkatkan kinerja dan memberikan yang terbaik," ujarnya.

Pemkab Batang Hari Salurkan 150 Bantuan Alsintan ke Petani



BATANG HARI, TIGASISI.NET - Pemerintah Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi menyalurkan bantuan sebanyak 150 unit alat dan mesin pertanian (Alsintan) dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Penyaluran bantuan Alsintan tersebut, di Muara Bulian, Rabu, kepada brigade pangan di Kabupaten Batang Hari diperuntukkan bagi petani guna meningkatkan produktivitas pertanian.

Bupati Kabupaten Batang Hari Muhammad Fadhil Arief mengatakan bantuan itu bertujuan agar dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan membawa Batang Hari menuju swasembada pangan.

"Bantuan ini dapat mempermudah petani dalam mengolah lahan serta mengoptimalkan hasil produksi pertanian,"katanya.

Dapat diketahui, Alsintan tersebut diberikan kepada enam brigade pangan yang ada di daerah setempat. Adapun bantuan yang diterima Kabupaten Batang Hari dengan rincian traktor roda dua singkal sebanyak 36 unit, traktor roda empat 11 unit, rice transplanter 11 unit, traktor roda crawler atau rotavator 20 unit, pompa air 3 inci sebanyak 20 unit, dan pompa air 6 inci sebanyak 12 unit untuk brigade pangan.

Selain itu, brigade dinas juga menerima traktor roda dua singkal 20 unit, traktor roda empat 14 unit, traktor roda crawler atau rotavator lima unit, serta satu unit drone pertanian.

Bantuan itu bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Tahun 2025.

Wabup Katamso Hadiri Penyerahan Gelar Adat LAM Provinsi Jambi


TANJAB BARAT, TIGASISI.NET - Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat Dr. H. Katamso SA, S.E., M.E., didampingi Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Tanjung Jabung Barat Marina Septiani Katamso, S.I.P., menghadiri kegiatan penganugerahan Gelar Adat Melayu Jambi kepada unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Jambi yang diselenggarakan oleh Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Jambi di Balairungsari LAM Jambi, Rabu (21/1).


Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Tanjab Barat Katamso menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas terselenggaranya kegiatan adat yang sarat makna tersebut. Menurutnya, pelestarian adat dan budaya Melayu merupakan bagian penting dalam memperkuat identitas daerah serta mempererat hubungan sosial kemasyarakatan di Provinsi Jambi.


“Adat Melayu adalah warisan luhur yang mengajarkan nilai-nilai moral dan tata krama dalam kehidupan bermasyarakat. Kegiatan seperti ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga adat dalam menjaga kelestarian budaya serta memperkuat identitas daerah,” ujar Wabup Katamso.


Wabup juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat untuk terus mendukung peran Lembaga Adat di tingkat kabupaten maupun desa melalui berbagai program yang berorientasi pada pelestarian nilai-nilai budaya lokal sejalan dengan pembangunan daerah.


Prosesi penganugerahan gelar adat dipimpin langsung oleh Ketua LAM Provinsi Jambi Datuk Hasan Basri Agus (HBA) yang bergelar Datuk Tumenggung Putro Jayodingrat. Acara berlangsung khidmat dengan berbagai tahapan adat, mulai dari pembacaan gelar, penyematan pin, pemasangan selempang, hingga pemberian gordon kepada para penerima gelar.


Makna adat semakin terasa ketika Gubernur Jambi Al Haris, bergelar Datuk Mangkubumi Setio Alam, selaku Pembina LAM Provinsi Jambi, menyerahkan keris adat sebagai simbol kehormatan. Sementara itu, Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani, bergelar Paduko Agungmulyo Agamo, turut menyerahkan Piagam Gelar Adat dan buku pokok adat Melayu Jambi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah kepada para bupati dan wali kota se-Provinsi Jambi.


Dalam sambutannya, Ketua LAM Jambi Datuk Hasan Basri Agus menegaskan bahwa penganugerahan gelar adat bukan sekadar seremoni, tetapi mengandung tanggung jawab moral yang besar bagi para penerimanya untuk menjadi suri teladan di tengah masyarakat.


“Yang menerima gelar mesti menjadi figur teladan, karena penganugerahan ini sah secara adat sekaligus memiliki legitimasi hukum,” ujar Datuk HBA.


Adapun tujuh unsur Forkopimda Provinsi Jambi yang menerima Gelar Adat Melayu Jambi pada kesempatan tersebut yakni: Ketua DPRD Provinsi Jambi Datuk M. Hafiz Fattah, gelar Adipati Utamo Setio Puro, Kapolda Jambi Datuk Irjen Pol Krisno H. Siregar, gelar Adipati Utama Siginjai Sakti, Danrem 042/Garuda Putih Datuk Brigjen TNI Heri Purwanto, gelar Adipati Utama Sijimat Batuah, Kajati Jambi Datuk Sugeng Hariadi, gelar Adipati Utamo Sitimang Jayo, Ketua Pengadilan Tinggi Jambi Datin Iva Sudewi, gelar Adipati Utama Radin Undang, Ketua Pengadilan Tinggi Agama Jambi Datuk Hasim Marsalina, gelar Adipati Utamo Neraco Agamo, serta Sekda Provinsi Jambi Datuk Sudirman, gelar Adipati Utama Tanggo Rajo. 


Kegiatan tersebut turut dihadiri para Bupati dan Wali Kota se-Provinsi Jambi beserta istri, para Rektor Universitas, Kajari se-Provinsi Jambi, Kapolres se-Provinsi Jambi, Dandim se-Provinsi Jambi, psra Pejabat Tinggi Pratama dilingkungan Provinsi jambi, Pimpinan Instansi Vertikal Provinsi Jambi, Pemuka Adat Provinsi Jambi serta para Ketua LAM Kabupaten se-Provinsi Jambi.

Pemkab Tanjab Barat Libatkan Peeguruan Tinggi Rumuskan Strategi Pembangunan

TANJAB BARAT, TIGASISI.NET - Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat menggelar forum Ekspose dan Analisis Ekonomi Kabupaten Tanjung Jabung Barat Suatu Perspektif bersama para profesor dari Universitas Jambi (UNJA) sebagai upaya memperkuat kebijakan pembangunan daerah berbasis kajian ilmiah dan bukti empiris (evidence based policy), di Ruang Rapat Lantai III Bapperida, Rabu (21/01).


Kegiatan yang dibuka langsung oleh Bupati Tanjung Jabung Barat Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., dihadiri oleh Sekretaris Daerah, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, para kepala OPD, para camat lingkup Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, dosen dan mahasiswa IAI An-Nadwah Kuala Tungkal, serta undangan lainnya. Sejumlah profesor dan akademisi ekonomi dan pembangunan UNJA yang tergabung dalam Tim Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNJA turut hadir untuk memaparkan hasil kajian terkait kondisi dan potensi ekonomi Kabupaten Tanjung Jabung Barat.


Dalam sambutannya, Bupati Anwar Sadat menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan akademisi dalam menyusun kebijakan publik, khususnya dalam menghadapi tantangan efisiensi anggaran dan tuntutan pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.


“Kebijakan dan program pemerintah harus berbasis ilmu pengetahuan dan kajian akademik. Program tanpa dasar ilmiah dan akademik akan berisiko tidak tepat sasaran dan tidak memberi dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.


Ia menjelaskan bahwa forum ini menjadi momentum strategis untuk merumuskan arah pembangunan Kabupaten Tanjung Jabung Barat periode 2026–2030, termasuk dalam penyusunan APBD murni maupun APBD perubahan. Masukan dari para profesor diharapkan dapat menjadi dasar perencanaan anggaran yang lebih terarah, tematik, dan berkelanjutan.


Beberapa isu prioritas yang dibahas antara lain penurunan angka stunting, pengentasan kemiskinan, peningkatan pendapatan masyarakat, serta optimalisasi sektor unggulan seperti pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan. Kabupaten Tanjung Jabung Barat dinilai memiliki posisi strategis sebagai jalur distribusi hasil bumi ke berbagai daerah, bahkan hingga pasar internasional.


“Selama ini kita menjadi jalur lintasan hasil bumi dari daerah lain. Ke depan, potensi lahan dan hasil pertanian lokal harus dimaksimalkan agar nilai ekonomi dinikmati langsung oleh masyarakat Tanjung Jabung Barat,” tambahnya.


Forum ini juga menyoroti pentingnya pembangunan berkelanjutan (sustainable development) agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi memberikan efek domino yang berkesinambungan bagi kesejahteraan masyarakat.


Pemerintah daerah berharap hasil kajian dan rekomendasi para akademisi dapat memperkuat argumentasi pemerintah dalam pembahasan anggaran bersama DPRD maupun pemerintah pusat, sehingga program-program yang diusulkan memiliki dasar akademik yang kuat dan sulit untuk dipatahkan.


“Dengan analisis ilmiah dan akademik yang komprehensif, kebijakan dan anggaran yang kita ajukan akan lebih efektif, terukur, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegas Bupati.


Sementara itu, mengawali pemaparannya, Prof. Dr. Drs. Zulgani, M.P., menjelaskan bahwa Kabupaten Tanjung Jabung Barat dipilih karena memiliki potensi besar sekaligus tantangan pembangunan yang kompleks. Ia menegaskan peran perguruan tinggi tidak boleh berhenti di kampus, tetapi harus hadir langsung di daerah untuk membaca persoalan nyata dan menawarkan solusi.


Dalam paparannya, Prof. Zulgani mengidentifikasi tiga tantangan utama pembangunan daerah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, yakni lingkungan, ekonomi, dan teknologi. Dari sisi lingkungan, tantangan meliputi deforestasi, pencemaran pesisir, dan meningkatnya emisi karbon akibat alih fungsi lahan. Dari aspek ekonomi, struktur perekonomian masih didominasi sektor primer dengan keterbatasan infrastruktur dan akses pasar. Sementara di bidang teknologi, masih terdapat kesenjangan digital, rendahnya literasi digital, serta minimnya nilai tambah produksi.


Untuk menjawab tantangan tersebut, ia mendorong integrasi tiga pilar pembangunan, yaitu ekonomi hijau, digitalisasi, dan berkelanjutan, guna mewujudkan pembangunan yang inovatif, inklusif, dan berkelanjutan. Sejumlah program ekonomi hijau diusulkan, mulai dari rehabilitasi mangrove, pemanfaatan energi terbarukan, pengembangan ekowisata, hingga penguatan bank sampah, dengan dukungan investasi dari APBD, APBN, swasta, green bonds, dan CSR.


Prof. Zulgani juga menekankan pentingnya menjadikan Sustainable Development Goals (SDGs) sebagai dasar penyusunan APBD, seraya mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi belum sepenuhnya berdampak pada penurunan kemiskinan. Menurutnya, transformasi ekonomi harus diikuti penurunan kemiskinan dan pengangguran agar manfaat pembangunan dirasakan secara merata.


Ia pun mendorong hilirisasi dan peningkatan nilai tambah lokal melalui pengembangan industri pengolahan, peningkatan keterampilan tenaga kerja, dan penguatan UMKM, agar perputaran ekonomi terjadi di dalam daerah. Melalui forum ini, diharapkan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan pemangku kepentingan dapat melahirkan kebijakan pembangunan Tanjung Jabung Barat yang berbasis data, inklusif, dan berkelanjutan.


Prof. Zulgani menilai tantangan terbesar pembangunan Kabupaten Tanjung Jabung Barat adalah menurunkan kemiskinan dan pengangguran di tengah keterbatasan APBD dan pengetatan kebijakan fiskal. Kondisi ini menuntut pemerintah daerah tetap mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan tepat sasaran.


Ia menjelaskan sumber pertumbuhan ekonomi daerah berasal dari lima sektor utama, yakni pertanian, pertambangan, jasa perusahaan, industri pengolahan, dan perdagangan. Namun, lemahnya nilai tambah dan minimnya efek pengganda ekonomi membuat daerah lebih banyak menjadi jalur lintasan, sementara keuntungan dinikmati pihak luar.


Karena itu, Tim Ekonomi FEB UNJA mendorong Pemerintah Daerah dalam penguatan sektor unggulan, hilirisasi, serta kebijakan berbasis kajian akademik agar transformasi ekonomi mampu menurunkan kemiskinan, mengurangi pengangguran, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Tanjung Jabung Barat secara merata.


Dalam kesempatan yang sama, Prof. Dr. Johanes Simatupang, S.E., M.Si., dalam pemaparannya menyoroti pentingnya pendekatan mikro dalam pembangunan daerah, khususnya dalam pengelolaan destinasi wisata mangrove Pangkal Babu di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Ia menilai Pangkal Babu merupakan contoh nyata potensi wisata berbasis alam yang telah berjalan, namun masih menghadapi tantangan serius, terutama akibat faktor lingkungan dan lemahnya sinkronisasi kebijakan.


Menurutnya, Pangkal Babu sudah menjadi destinasi wisata aktif dan mulai memberikan kontribusi pendapatan daerah, meski nilainya masih terbatas. Namun, kawasan ini rentan terdampak pasang laut yang merusak infrastruktur seperti titian kayu, sehingga membutuhkan desain pembangunan yang adaptif terhadap kondisi alam, termasuk peninggian jalur dan penggunaan material yang lebih tahan.


Ia menjelaskan bahwa pengelolaan kawasan telah diarahkan pada tiga zonasi, yakni zona wisata, konservasi, dan hortikultura, yang diperkuat melalui peraturan desa serta peran aktif komunitas lokal. Saat ini, pengelolaan wisata Pangkal Babu melibatkan komunitas masyarakat yang menjalankan berbagai fungsi, mulai dari tiket, transportasi, hingga usaha kecil di kawasan wisata.


Namun demikian, dukungan politik dan kebijakan dinilai masih belum optimal. Anggaran yang tersedia dinilai belum sebanding dengan kebutuhan revitalisasi kawasan, terutama untuk menjaga keberlanjutan lingkungan mangrove yang memiliki fungsi ekologis penting sebagai penahan abrasi dan penyerap karbon.


Ia juga menyoroti lemahnya nilai tambah ekonomi akibat minimnya hilirisasi dan rendahnya efek pengganda ekonomi. Ia mencontohkan banyak komoditas lokal, termasuk hasil pertanian dan perikanan, yang dijual dalam bentuk mentah sehingga keuntungan lebih besar justru dinikmati daerah lain.


Selain itu, ia mengingatkan potensi konflik kewenangan antarinstansi dalam pengelolaan kawasan mangrove, perbedaan data spasial, serta tumpang tindih perizinan yang dapat menghambat pembangunan. Karena itu, ia mendorong sinkronisasi regulasi, penggunaan data bersama, serta sistem perizinan terpadu satu pintu.


Sebagai rekomendasi, Tim Ekonomi FEB UNJA menekankan pentingnya perencanaan daerah Kabupetan Tanjung Jabung Barat yang berbasis isu lokal, penguatan peran komunitas, pendidikan konservasi mangrove, serta pembangunan yang implementatif dan realistis. Ia juga mengajak perguruan tinggi dan mahasiswa untuk terlibat langsung dalam aksi nyata, seperti penanaman mangrove berbasis masyarakat.


“Kuncinya adalah implementasi. Jangan hanya perencanaan di atas kertas, tetapi aksi nyata yang melibatkan komunitas lokal,” tegasnya.


Ia menutup paparannya dengan menegaskan bahwa keunggulan mikro Tanjung Jabung Barat terletak pada kemampuan mengelola kawasan mangrove secara berkelanjutan, karena potensi tersebut tidak dimiliki banyak daerah lain.

Selasa, 20 Januari 2026

Kembali Dilantik Bupati, Ternyata Ini Sederet Prestasi Gemilang Farizal




BATANG HARI, TIGASISI. NET - Farizal, S.H..,M.H kembali dipercaya oleh Bupati Batang Hari Muhammad Fadhil Arief menduduki jabatan sebagai Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan daerah itu.

Langkah yang diambil oleh orang nomor wahid di Batang Hari itu terbilang selektif. Tangan dingin Farizal dianggap terampil untuk mendongkrak sektor pertanian.

Hal tersebut terbukti, dibawah komandonya, Batang Hari mampu menambah luas panen sebanyak 1.939 hektare dalam waktu satu tahun.

Tak hanya itu, luas tanam padi pun juga terkelola dengan apik, Batang Hari tercatat mampu meningkatkan luas tanam sebanyak 2.582 hektare.

“Untuk tahun 2024 luas panen kita sebanyak 6.084 hektare, dari tahun sebelumnya hanya 4.145 hektare,” kata Farizal, Selasa (20/1/26).

“Kemudian kalau untuk luas tanam padi Alhamdulillah juga meningkat, untuk tahun 2025 sebanyak 7.997 hektare, cukup tinggi meningkat dari tahun sebelumnya yaitu 5.415 hektare,” tukasnya.

Farizal tak menampik, situasi ini belum membuatnya puas. Ia menargetkan Batang Hari bakal menjadi lumbung pangan nasional.

“Kedepan kami akan terus memperluas jangkauan luas tanam padi untuk meningkatkan hasil panen,” ujarnya.

Mantan Kabag Hukum Batang Hari itu menambahkan, pihaknya di dinas juga membantu perlengkapan pertanian. Mulai dari Alsintan, Benih, Pupuk dan kebutuhan petani lainnya.

Menurutnya, hal tersebut merupakan upaya pemerintah Kabupaten Batang Hari mendukung percepatan program swasembada pangan beras di daerah tersebut.

“Insyaallah apa yang dicita-citakan pak Bupati dan Wakil Bupati akan terwujud. Kami akan bekerja keras untuk mensukseskan hal tersebut,” pungkasnya.


Pewarta: Juniko

Zulva Fadhil Kunjungi Posyandu Desa Penerokan




BATANG HARI, TIGASISI.NET - Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Batang Hari, Zulva Fadhil, bersama Bupati Batang Hari mendatangi Posyandu Desa Penerokan, Kecamatan Bajubang.


Kehadiran keduanya menjadi penegas bahwa isu kesehatan ibu, anak, dan keluarga adalah prioritas bersama, dimulai dari desa.


Zulva Fadhil menyapa satu per satu peserta dengan senyum yang akrab. Ia tampak larut menyaksikan aktivitas penimbangan balita, pemeriksaan kesehatan, hingga edukasi gizi yang dilakukan para kader posyandu. Baginya, posyandu bukan sekadar tempat layanan, tetapi ruang tumbuh harapan bagi anak-anak Batang Hari.


Dalam pesannya, Zulva Fadhil menekankan pentingnya peran aktif orang tua untuk rutin datang ke posyandu. Menurutnya, posyandu adalah garda terdepan dalam mengontrol tumbuh kembang anak sekaligus memantau kesehatan orang tua, khususnya ibu.

“Datang ke posyandu bukan hanya saat anak sakit. Posyandu adalah tempat kita memastikan anak tumbuh sehat, kuat, dan cerdas sejak dini,” ujarnya.


Ia juga mengajak para orang tua untuk tidak ragu memeriksakan kesehatan secara berkala. Pengendalian kesehatan sejak awal, lanjut Zulva, menjadi kunci pencegahan stunting.


“Jika kita bersama-sama disiplin memantau gizi, berat badan, dan kesehatan anak serta orang tua, Insya Allah Batang Hari bisa menjadi daerah zero stunting,” tegasnya.


Gebyar Anak dan Orang Tua di Desa Penerokan menjadi gambaran nyata kolaborasi antara pemerintah daerah, swasta, kader posyandu, dan masyarakat.


Dari desa, komitmen besar itu dirajut menjaga kesehatan keluarga, melindungi generasi penerus, dan menatap masa depan Batang Hari yang lebih sehat dan berkualitas.


Diketahui, Gebyar Anak dan Orang Tua tersebut digelar pada 19-24 Januari 2026 mendatang yang segelar secara serentak di seluruh wilayah Kabupaten Batang Hari.

Kembali Dilantik Bupati, Ternyata Ini Sederet Prestasi Gemilang Farizal





BATANG HARI, TIGASISI. NET - Farizal, S.H..,M.H kembali dipercaya oleh Bupati Batang Hari Muhammad Fadhil Arief menduduki jabatan sebagai Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan daerah itu.

Langkah yang diambil oleh orang nomor wahid di Batang Hari itu terbilang selektif. Tangan dingin Farizal dianggap terampil untuk mendongkrak sektor pertanian.

Hal tersebut terbukti, dibawah komandonya, Batang Hari mampu menambah luas panen sebanyak 1.939 hektare dalam waktu satu tahun.

Tak hanya itu, luas tanam padi pun juga terkelola dengan apik, Batang Hari tercatat mampu meningkatkan luas tanam sebanyak 2.582 hektare.

“Untuk tahun 2024 luas panen kita sebanyak 6.084 hektare, dari tahun sebelumnya hanya 4.145 hektare,” kata Farizal, Selasa (20/1/26).

“Kemudian kalau untuk luas tanam padi Alhamdulillah juga meningkat, untuk tahun 2025 sebanyak 7.997 hektare, cukup tinggi meningkat dari tahun sebelumnya yaitu 5.415 hektare,” tukasnya.

Farizal tak menampik, situasi ini belum membuatnya puas. Ia menargetkan Batang Hari bakal menjadi lumbung pangan nasional.

“Kedepan kami akan terus memperluas jangkauan luas tanam padi untuk meningkatkan hasil panen,” ujarnya.

Mantan Kabag Hukum Batang Hari itu menambahkan, pihaknya di dinas juga membantu perlengkapan pertanian. Mulai dari Alsintan, Benih, Pupuk dan kebutuhan petani lainnya.

Menurutnya, hal tersebut merupakan upaya pemerintah Kabupaten Batang Hari mendukung percepatan program swasembada pangan beras di daerah tersebut.

“Insyaallah apa yang dicita-citakan pak Bupati dan Wakil Bupati akan terwujud. Kami akan bekerja keras untuk mensukseskan hal tersebut,” pungkasnya.


Pewarta: Juniko
© Copyright 2019 Tigasisi.net | AKTUAL & FAKTUAL | All Right Reserved