BATANG HARI, TIGASISI.NET - Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia, Sudaryono, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Batang Hari dengan agenda utama mendorong percepatan tanam padi.
Dalam kunjungannya, Sudaryono memberikan solusi cepat sekaligus menyerap aspirasi masyarakat terkait persoalan para petani. Kunjungan kerja itu bertempat di Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Muara Bulian, Selasa, (21/4).
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengatakan bahwa percepatan tanam khususnya di lahan cetak sawah rakyat, akan terus didorong sebagai bagian dari upaya mewujudkan swasembada pangan nasional.
Ia juga menyebutkan bahwa saat ini capaian produksi pangan, terutama beras, menunjukkan tren positif dan semakin mengurangi ketergantungan terhadap impor.
Berdasarkan prediksi BMKG tahun ini akan terjadi kemarau panjang yang disebut sebagai fenomena Godzilla El Nino, bahkan dengan intensitas yang lebih ekstrem.
Untuk itu, para petani diminta segera melakukan penanaman selagi curah hujan masih tersedia, agar masa panen dapat berlangsung lebih cepat dan optimal.
Pemerintah pusat akan lanjutkan dan terus hadir membantu daerah, termasuk Kabupaten Batang Hari, dalam memenuhi berbagai kebutuhan pertanian agar program yang telah berjalan dapat terus berlanjut tanpa kendala.
Wamentan juga meminta seluruh kepala daerah, dinas pertanian, dan penyuluh di 16 provinsi untuk menggerakkan petani melakukan percepatan tanam, baik di lahan cetak sawah baru maupun lahan optimalisasi rawa.
"Saya menekankan pentingnya mengidentifikasi kendala di lapangan, agar pemerintah dapat segera memberikan solusi yang tepat bagi para petani,"tutupnya.
Sementara itu, Bupati Batang Hari Muhammad Fadhil Arief dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa pihaknya menargetkan luas tanam padi tahun ini mencapai lebih dari 8. 252 hektare.
"Dengan farget ini terbilang meningkat jika di banding dengan tahun lalu yang mencapai 7.250 hektar yang sudah tertanam,"karanya.
Ia juga menegaskan bahwa berbagai bantuan dari pemerintah pusat, seperti benih, pupuk subsidi, dan alat mesin pertanian, telah dirasakan manfaatnya oleh petani di daerah.
Namun demikian, masih terdapat sejumlah kebutuhan yang perlu mendapat perhatian, salah satunya pembangunan irigasi di lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR) seluas sekitar 603, 5 hektare.
"Hal ini dinilai penting agar lahan yang telah dicetak tidak terdampak banjir dan dapat dimanfaatkan secara optimal,"ujarnya.
Bupati Batang Hari juga memastikan bahwa proses tanam padi di Batang Hari akan dimulai hingga awal Mei mendatang. Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipasi terhadap potensi kemarau panjang atau fenomena Gozzila El Nino, sehingga tanaman padi dapat tumbuh dengan baik.
Pada kegiatan itu, wamentan turun langsung ke sawah bersama kelompok tani untuk melakukan penanaman padi, sebagai bagian dari program nasional percepatan tanam yang dicanangkan Kementerian Pertanian.
Dan juga Wamentan memimpin rapat virtual bersama 16 provinsi di Indonesia. Dalam pertemuan tersebut, para perwakilan daerah menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi sektor pertanian.
Pemerintah pusat membuka ruang dialog dan memastikan akan memberikan bantuan sesuai kebutuhan masing-masing daerah, guna mendukung peningkatan produksi pangan.