' Warga Desa Malapari Minta Polres Batanghari Tindak Pelaku Pengrusakan Jalan Usaha Tani - Tigasisi.net | AKTUAL & FAKTUAL

Minggu, 06 Maret 2022

Warga Desa Malapari Minta Polres Batanghari Tindak Pelaku Pengrusakan Jalan Usaha Tani

Warga Desa Malapari Minta Polres Batanghari Tindak Pelaku Pengrusakan Jalan Usaha Tani





BATANGHARI, TIGASISI.NET - Sejumlah masyarakat Desa Malapari, Kecamatan Muarabulian meminta pihak Polres Batanghari segera melakukan proses hukum terhadap pelaku pengrusakan jalan usaha tani milik Pemerintahan Desa (Pemdes) setempat.

"Kami minta Polres Batanghari cepat menangkap pelaku yang dengan sengaja mengrusak serta memutus akses jalan Kami," kata salah seorang warga

Sejumlah masyarakat Desa Malapari diketahui telah memasukkan berkas laporan pengaduan terhadap Suherman, warga Desa Malapari ke pihak polres Batanghari beberapa minggu yang lalu.

Sebelumnya, Suherman diduga telah merusak serta memblokir jalan usaha tani yang dibangun Pemdes Malapari pada tahun 2017.

Suherman beranggapan bahwa Pihak Desa telah menyerobot tanah miliknya sepanjang 15 meter dan lebar 1.5 meter untuk pembuatan jalan tersebut.

Menanggapi hal ini, Kepala Desa Malapari, Asnawi, membantah telah mengambil tanah milik Suherman.

Asnawi mengatakan, pihaknya telah memiliki surat hibah dari pemilik tanah bernama Abdullah Sani pada tahun 2016, sebelum dimulainya pembuatan jalan itu.

"Kami dari Pemerintahan Desa membuat jalan itu ada dasarnya, Kami punya surat hibah sebelum jalan itu dibuat. Pemiliknya Abdullah Sani, dia ini adalah paman dari istrinya Suherman," beber Asnawi

Asnawi mengatakan, konflik ini telah diselesaikannya melalui jalur sidang di Kantor Pengadilan Negeri Muarabulian.

Namun, hingga kini Suherman sendiri masih bersikeras ingin menutup akses jalan itu.

"Sudah selesai saat sidang di Pengadilan, dan Kami memenangkannya. Tapi suberman tetap tidak mau membuka penutup jalan," ungkap Asnawi

Disisi lain, petani yang dulunya sering melintasi jalan ini sangat menyayangkan perihal tersebut.

Menurutnya, aset yang telah dibangun dengan menggunakan Dana Desa (DD) hingga Rp 100 juta ini tidak dapat dimanfaatkan secara efisien.

"Sangat mensesalkan masalah ini, dalam penilaian saya jalan ini sangat efektif sebagai akses para petani, jalan bagus kok malah ditutup," celoteh masyarakat yang enggan disebutkan namanya

Ia menambahkan, kalau jalan yang telah dibangun ini dapat mempercepat akses menuju lahan perkebunan miliknya.

"Kalau Kita lewat jalan itu bisa cepat sampai ke Kebun, kalau sekarang harus mutar dulu melewati jalan lain," pungkasnya

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2019 Tigasisi.net | AKTUAL & FAKTUAL | All Right Reserved