' Picu Kemacetan, MFA Desak Pos Cegat Mobil Batu bara Dipindah ke Pemayung dan Bajubang - Tigasisi.net | AKTUAL & FAKTUAL

Sabtu, 12 Maret 2022

Picu Kemacetan, MFA Desak Pos Cegat Mobil Batu bara Dipindah ke Pemayung dan Bajubang

Picu Kemacetan, MFA Desak Pos Cegat Mobil Batu bara Dipindah ke Pemayung dan Bajubang




BATANGHARI, TIGASISI.NET - Bupati Batanghari Muhammad Fadhil Arief (MFA) menilai keberadaan pos pantau angkutan batu bara di simpang empat BBC memicu kemacetan panjang di ruas jalan Muarabulian-Tembesi. Karenanya dia mendesak pos tersebut dipindah ke lokasi lain. 

Hal ini disampaikan Fadhil saat membuka kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2023 lalu. Dirinya meminta pemerintah provinsi Jambi segera mencari solusi atas polemik angkutan batu bara. 

Menurut Fadhil, setiap harinya sekitar 6.000 truk angkutan batu bara antri untuk melewati pos penyekatan di simpang empat BBC.  Minimnya kantong parkir  membuat sopir terpaksa parkir di ruas jalan Bulian-Tembesi. Akibatnya kemacetan panjang pun terjadi menjelang penyekatan di pos pantau dibuka. 

"Jalur Bulian-Tembesi hanya sekitar 15 KM, sementara jumlah armada sekitar 6.000 unit, kalau 1 unit saja panjangnya 6 meter, berarti panjang antrian bisa 36 KM, wajar kalau kemudian antrian jalur Bulian-Tembesi sampai 3 lapis," ungkap Fadhil.

Atas kondisi ini Fadhil mendesak pihak terkait segera memindahkan pos cegat (pos pantau) simpang BBC ke Simpang Selat Pemayung dan Penerokan Kecamatan Bajubang. Dengan begitu armada batu bara tidak lagi tertumpuk di jalur Bulian-Tembesi. 

"Saya usul titik cegat kalau bisa dibagi dua, satu di kawasan Simpang Selat Pemayung, kedua di Penerokan Bajubang, kalau panjang antrian armada sampai 36 KM, Saya rasa ruas jalan ini  sanggup untuk menampung 6.000 armada," beber mantan Camat Marosebo Ilir ini.

Mantan Sekda Muarojambi ini juga mengkritik pemberlakuan jam khusus angkutan batu bara yang dinilai tidak manusiawi. 

"Sopir ini juga manusia, mereka baru boleh berangkat jam 9 malam dan otomatis bongkar pagi hari, logikanya kapan lagi mereka bisa ketemu anak dan istri," ungkap Fadhil.

Fadhil menilai, dengan kondisi ini sangat alamiah jika para sopir sampai menggunakan narkoba.

"Ada indikasi sopir batu bara ini sering pakai narkoba, ya wajar karena tuntutan hidupnya, karena dia tidak bisa istirahat," pungkasnya.


Reporter : Juniko

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2019 Tigasisi.net | AKTUAL & FAKTUAL | All Right Reserved