Berita Terbaru

Kamis, 25 Juni 2026

Desa Bukut Indah Siap Bersaing di Lomba Desa Tingkat Provinsi Jambi


TANJAB BARAT -  Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat, Dr. H. Katamso SA, S.E., M.E., didampingi Ketua GOW Tanjung Jabung Barat, Marina Septiani Katamso, S.IP menyambut langsung kedatangan Tim Penilai Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi Jambi Tahun 2026. Proses verifikasi lapangan ini berlangsung di Desa Bukit Indah, Kecamatan Muara Papalik, Kamis (25/6).


Acara tersebut turut dihadiri Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesra, Kepala Dinas PMD, Kepala Diskominfo, Dinas Sosial, Dinas P3AP2, Dinas Perindag, serta Camat dan Ketua TP-PKK Kecamatan Muara Papalik. Sementara itu, Tim Penilai Provinsi dipimpin langsung oleh Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) Amirzan, S.E dan Kepala Bidang Pemerintahan Desa dan Kelurahan Dinas P3AP2 Provinsi Jambi, Basri, S.Th.I, M.M.


Dalam sambutannya, Wakil Bupati Katamso menyampaikan optimisme tinggi bahwa Desa Bukit Indah layak menyandang status sebagai desa maju dan siap bersaing di tingkat provinsi. Ia memaparkan bahwa Kabupaten Tanjung Jabung Barat saat ini menjadi motor penggerak ekonomi di Provinsi Jambi.


"Pertumbuhan ekonomi kabupaten kita adalah yang tertinggi di Provinsi Jambi, yakni mencapai 5,28 persen. Selain itu, sebesar 17,88 persen APBD Provinsi Jambi disokong oleh Kabupaten Tanjung Jabung Barat melalui sektor pertanian dan perkebunan, di mana wilayah kita ini merupakan pusatnya," ujar Wabup.


Dari sektor kesehatan, Desa Bukit Indah telah resmi menyandang status sebagai desa Open Defecation Free (ODF) atau Bebas dari Buang Air Besar Sembarangan. Tercatat, seluruh warga dari 399 Kepala Keluarga (KK) di desa ini telah memiliki dan menggunakan fasilitas jamban sehat.


Penanganan stunting dan kemiskinan di wilayah ini juga menunjukkan progres yang sangat positif. Dua tahun lalu, angka stunting kabupaten berada di angka 9 persen, dan kini turun menjadi 7 persen (terbaik kedua se-Provinsi Jambi). Di Desa Bukit Indah sendiri, angka stunting dan kemiskinan ekstrem (yang secara kabupaten berada di angka 0,66 persen) tercatat sudah sangat minim. Menurut Wabup, hal ini membuktikan keseriusan pemerintah daerah serta aktifnya geliat ekonomi masyarakat setempat.


Tidak hanya unggul di sektor makro, kreativitas masyarakat Desa Bukit Indah juga menjadi nilai tambah dalam penilaian ini. Warga setempat berhasil menciptakan inovasi kerajinan berupa batik motif kelapa sawit yang telah beberapa kali tampil di ajang peragaan busana tingkat kabupaten maupun provinsi. Di bidang lingkungan, masyarakat juga mampu mengolah sampah plastik menjadi produk paving block.

Rabu, 24 Juni 2026

Hj. Hesti: Sholawat Jadi Amal Nyata



SUNGAIPENUH  - Ketua TP PKK Provinsi Jambi Hj. Hesnidar Haris, SE (Hesti Haris) menegaskan makna sesungguhnya dari sholawat, sebuah jalinan cinta dan pengagungan dari seorang hamba kepada Nabinya, yang terwujud dalam doa, pujian, dan amal nyata. Pernyataan tersebut disampaikannya saat menghadiri Sosialisasi Gerakan Jambi Bersholawat yang dirangkaikan dengan kegiatan Supervisi dan Evaluasi Tim Penggerak PKK Provinsi Jambi, bertempat di Aula Kantor Wali Kota, Kota Sungai Penuh, Kerinci, Rabu (24/06/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Sungai Penuh Alfin, S.H., Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Sungai Penuh Alpian, S.E., M.M., Ketua TP PKK Kota Sungai Penuh Sri Kartini Alfin, S.Kep., Ns, para OPD terkait di lingkup Pemerintah Kota Sungai Penuh, BAZNAS Kota Sungai Penuh, jajaran pengurus dan kader PKK, para pemangku kepentingan Kota Sungai Penuh dan undangan lainnya.  

Dalam sambutan dan arahannya Ketua TP PKK Provinsi Jambi Hj. Hesti Haris mengajak untuk menjadikan sholawat bukan hanya sebagai kegiatan seremonial, tetapi sebagai bagian dari pembiasaan yang mampu menghadirkan ketenangan, mempererat ukhuwah, serta membangun lingkungan sosial yang lebih harmonis."Gerakan ini juga diharapkan menjadi ruang bersama dalam menumbuhkan semangat gotong royong dan kepedulian antar sesama," ujarnya.

"Sholawat Nabi merupakan amalan utama dalam Islam yang memiliki banyak manfaat spiritual, terutama untuk menenangkan hati dan pikiran. Membaca shalawat secara rutin sejatinya dapat meredakan kegelisahan, menghilangkan kesedihan, serta membantu seseorang menghadapi tekanan hidup dengan lebih tenang dan penuh harapan,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut Hj. Hesti juga menyoroti maraknya penggunaan teknologi handphone seperti gadget, internet cepat, dan AI di kalangan anak usia dini mulai jadi perhatian orang tua. "Dampak positifnya untuk anak jadi cepat mengakses ilmu, kreatif, dan melek digital. Tapi sisi negatifnya juga nyata. Dokter anak dan psikolog mencatat kenaikan kasus anak susah fokus, tantrum saat gadget disita, tidur berantakan, sampai berkurangnya interaksi langsung dengan keluarga,” ucapnya.

"Anak kita harus dibentengi ilmu agama. Orang tuanya membatasi screen time 1 jam/hari, tapi menggantinya dengan ngaji habis maghrib, hafalan surat pendek, dan diskusi akhlak sebelum tidur," lanjutnya.

Dalam sosialisasi tersebut Hj. Hesti Haris mengajak peserta untuk memahami makna sholawat sebagai bentuk cinta kepada Rasulullah SAW dan sarana memperkokoh akhlak. Ia menekankan gerakan ini bukan seremonial, tapi ajakan rutin menghidupkan majelis sholawat di lingkungan RT, sekolah, hingga kantor.

Selain itu, Hj. Hesti Haris juga menyampaikan bahwa Indonesia adalah negeri Melayu, dari dulu identik dengan pantun Melayunya, untuk itu dirinya menyerukan penguatan kembali tradisi berpantun sebagai upaya melestarikan identitas Melayu dalam kehidupan sehari-hari. 

Ia menuturkan pengalamannya saat menghadiri acara resmi di Jakarta, di mana penggunaan pantun tetap relevan bahkan dalam forum tingkat tinggi. Hal ini menegaskan bahwa tradisi pantun dapat diaplikasikan di berbagai konteks serta menjadi media komunikasi yang elegan dan bermartabat.

Menurutnya, berpantun bukan sekadar hiburan pada acara adat atau pernikahan, melainkan bagian penting dari kualitas kebudayaan Melayu yang perlu dikembalikan ke ruang-ruang keseharian. “Kita harus menggerakkan kembali tradisi lama, termasuk berpantun,” kata Hesti Haris.

Ia menegaskan komitmen pemerintahan kota untuk terus mendorong gerakan berpantun sebagai bagian strategi pelestarian budaya Melayu. Langkah konkret meliputi integrasi pantun dalam kegiatan PKK, pelatihan pembuatan pantun, serta kolaborasi dengan lembaga adat dan psikolog untuk memperkuat kualitas penyampaian.

Dalam sesi wawancaranya dengan rekan-rekan media, Hj. Hesti Haris menyampaikan ucapan terima kasih kepada Wali Kota Sungai Penuh yang telah merespon bahkan telah melaksanakan dan mengajak masyarakat Kota Sungai Penuh untuk bersholawat. “Alhamdulillah di Sungai Penuh dimulai, wali kota sudah sangat paham sehingga para anggota PKK kota sudah mulai melaksanakannya. Bahkan sudah dirasakan oleh masyarakat manfaat bersholawat,” pungkasnya.

Sementara itu, Wali Kota Sungai Penuh Alfin, S.H., menyerukan pentingnya kebersamaan dan kesiapan menghadapi dampak digitalisasi pada hari ini. Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memberikan pelayanan bagi seluruh warga, sekaligus mengingatkan bahwa kemajuan teknologi dan globalisasi membawa pengaruh positif maupun tantangan. “Dengan adanya sosialisasi Gerakan Jambi Bersholawat bisa membawa perubahan tingkah laku generasi muda kearah yang lebih baik,” sebutnya.

Alfin juga mengajak masyarakat meningkatkan kemampuan berpikir kritis agar bisa membedakan antara fakta, opini, dan kepentingan, serta tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak jelas asal-usulnya. Ia menekankan perlunya pendidikan dan pembinaan bagi semua kelompok usia—termasuk generasi muda dan warga lanjut usia. “Dengan adanya kita bersholawat akan mempermudah segala urusan,” tukasnya.

Sebelumnya, Ketua TP PKK Kota Sungai Penuh Sri Kartini Alfin, S.Kep., Ns menyampaikan ucapan selamat datang kepada Ketua TP PKK Provinsi Jambi bersama rombongan di Kota Sungai Penuh dalam rangka kegiatan sosialisasi Gerakan Jambi Bersholawat dan kegiatan Supervisi dan Evaluasi Tim Penggerak PKK Provinsi Jambi. “Kegiatan ini bertujuan memperkuat peran sosial dan pemberdayaan perempuan serta mendorong berbagai kegiatan kreatif yang melibatkan masyarakat,” katanya. 

Acara ditutup dengan pembacaan sholawat bersama dan doa untuk Provinsi Jambi yang aman, damai, dan berkah.

Pada kesempatan itu, TP PKK Provinsi Jambi juga menyerahkan bantuan buku panduan Belajar Mandiri Metode 30 Menit Bisa Membaca Al-Qur’an yang merupakan dukungan dari BAZNAS Provinsi Jambi. Bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan literasi Al-Qur’an di lingkungan keluarga dan masyarakat. (Diskominfo Provinsi Jambi/Sapra Wintani/Foto: Harun Al Rasyid/Video: Ardi Susianto/Driver: Agus Supriyanto)

Selasa, 23 Juni 2026

Bupati Batang Hari Canangkan Sensus Ekonomi 2026 dan Desa Cantik



BATANG HARI, TIGASISI.NET - Bupati Kabupaten Batang Hari resmi mencanangkan Sensus Ekonomi 2026 dan Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) Tahun 2026.

Bupati Kabupaten Batang Hari Muhammad Fadhil Arief di Muara Bulian, Selasa, mengatakan bahwa pencanangan itu di lakukan memperkuat pembangunan berbasis data yang akurat serta berkualitas.

"Pencanangan tersebut sebagai upaya memperkuat data dalam mendukung perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi program pembangunan daerah,"katanya.

Selain itu, ia juga mengatakan bahwa data statistik memiliki peran penting dalam menentukan arah kebijakan pemerintah.

Menurutnya, data yang benar akan menghasilkan keputusan yang tepat, sebagaimana seorang dokter membutuhkan data pasien yang akurat untuk memberikan pengobatan yang sesuai.

Berbagai persoalan pembangunan akan lebih mudah diselesaikan apabila didukung data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Diantaranya adalah persoalan ekonomi yang menjadi fondasi bagi penyelesaian berbagai persoalan lainnya di tengah masyarakat.

"Kalau jika datanya benar, maka perencanaan akan tepat, implementasi akan tepat, dan evaluasi juga akan lebih cepat. Karena itu, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya data harus terus kita bangun bersama,"ujarnya.

Ia juga menyoroti masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat terhadap pentingnya pendataan. Dan juga masih terdapat kekhawatiran terkait keamanan data yang menyebabkan masyarakat enggan memberikan informasi yang dibutuhkan dalam proses pendataan.

Sementara itu, menurut nya pemerintah membutuhkan data primer yang kuat agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.

Data tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam menyusun berbagai program pembangunan yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

Selain mendukung pembangunan ekonomi, data yang baik juga dinilai berperan dalam mendorong pengembangan potensi desa.

Pemkab Tanjab Barat komit Sukseskan Wajib Belajar 13 Tahun

 


TANJAB BARAT - Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., menegaskan komitmen penuh Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat dalam mensukseskan program wajib belajar 13 tahun. Langkah strategis ini diambil guna mendongkrak Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), khususnya pada aspek pendidikan, di samping penguatan sektor ekonomi dan infrastruktur di Bumi Serengkuh Dayung Serentak Ketujuan.


Hal tersebut disampaikan Bupati saat memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi memperkuat sinergi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mendukung Program JAMBUL (Jemput Anak Menuju Masa Depan Berkualitas dan Unggul) yang diinisiasi oleh Bunda PAUD Kabupaten Tanjab Barat, Hj. Fadhilah Sadat, S.H., di Ruang Rapat Bupati, Rabu (24/06).


Dalam arahannya, Bupati Anwar Sadat menginstruksikan kepada seluruh OPD terkait untuk bekerja secara total dan maksimal demi menyukseskan Program JAMBUL. Menurut Bupati, program ini merupakan jembatan krusial dalam mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul sejak usia dini menuju pencapaian Generasi Emas.


"Tanpa ada koordinasi yang kuat di antara OPD, kita akan sulit merealisasikan program besar ini. Ini menyangkut masa depan anak-anak kita. Oleh karena itu, saya sangat mendukung dan mengapresiasi Program JAMBUL yang dicanangkan Bunda PAUD," ujar Bupati Anwar Sadat.


Lebih lanjut, Kepala Daerah menggarisbawahi bahwa program-program pembangunan manusia memiliki persinggungan yang erat antarinstansi. Ia mengingatkan agar ego sektoral dibuang jauh-jauh, karena keberhasilan program ini sangat bergantung pada keterkaitan kerja antar-OPD. Ia berharap kolaborasi ini tidak sekadar menjadi dokumen di atas kertas, melainkan benar-benar diwujudkan dalam aksi nyata di lapangan.


"Tujuan akhir kita adalah memastikan peningkatan kualitas SDM Tanjung Jabung Barat. Kita harus pastikan, ke depan tidak boleh ada lagi anak-anak kita di Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang tidak bersekolah," tegasnya.

Gubernur Jambi Kukuhkan Pejabat BPKP

 


JAMBI, TIGASISI . NET  - Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos, MH mengukuhkan Zulherizal sebagai Kepala Perwakilan BPKP (Badan Pengawasan Keuangan Pembangunan) Provinsi Jambi, menggantikan Mardiyanto Arif Rakhmadi. Pengukuhan tersebut berlangsung di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi, Selasa (23/06/2026) pagi. Hadir pada kesempatan tersebut para unsur Forkopimda Provinsi Jambi, Bupati/Wali Kota, Pimpinan Instansi Vertikal, para Pejabat BPKP Provinsi Jambi, para kepala OPD di lingkup Pemerintah Provinsi Jambi dan undangan lainnya. 

Dalam sambutan dan arahannya Gubernur Al Haris menegaskan kepada semua pihak untuk bersinergi membangun komitmen bersama untuk mengawal penggunaan keuangan daerah yang harus dipergunakan untuk kesejahteraan masyarakat.

Gubernur Al Haris juga menyampaikan bahwa saat ini jabatan Kepala BPKP adalah setara dengan Menteri. Hal ini menunjukkan pentingnya peranan BPKP. Ia menilai bahwa peran BPKP tidak hanya sebatas melakukan audit, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah dalam memberikan kajian dan rekomendasi terhadap berbagai kebijakan pembangunan.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Al Haris menegaskan pentingnya peran Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dalam mengawal jalannya program pembangunan dan pengelolaan keuangan negara di daerah. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan BPKP menjadi kunci untuk memastikan setiap program pemerintah berjalan tepat sasaran, efektif, dan bebas dari penyimpangan. “Kita perlu merapatkan barisan mengawal program pusat di daerah agar tepat sasaran, efektif, dan efisien, serta tidak menimbulkan kerugian negara. Keuangan yang masuk di Jambi ini tugas kita untuk mengawalnya,” ungkap Gubernur Al Haris.

Dijelaskan Gubernur Al Haris, BPKP tidak hanya berperan dalam masalah tetapi juga bagaimana dapat melakukan kajian dalam mengambil langkah-langkah kebijakan di lapangan. “Rekomendasi dari BPKP itu luar biasa mencermati apapun hal-hal yang seperti kebijakan. Saya sering meminta BPKP untuk mengkaji apakah suatu kebijakan ini bisa diterapkan di daerah. Maka sering saya itu meminta BPKP untuk mengkaji menilai, menganalisa. Itulah bahan saya nanti mengambil keputusan,” jelasnya.

Gubernur Al Haris juga meminta agar pemerintah daerah bersama BPKP bersinergi dan dapat bergerak cepat ketika menemukan indikasi penyimpangan dalam pengelolaan anggaran. Langkah cepat tersebut, menurutnya, sangat penting untuk mencegah potensi kerugian negara yang lebih besar. “Kita harus cepat dalam mengambil langkah kalau ada indikasi penyimpangan, agar tidak banyak kerugiannya. Silahkan audit cepat apabila ada informasi dari media. Kita audit agar bisa dibenahi,” tegasnya.

Selain itu, Gubernur Al Haris juga meminta agar Bupati/Wali Kota jika bimbang dalam mengambil langkah-langkah strategis di lapangan, boleh menyurati BPKP dan meminta analisa untuk menentukan kebijakan. “Alhamdulillah, setiap rekomendasi yang dikasih ke saya, saya baca dan ditindaklanjuti apa yang menjadi saran dari BPKP pada kita. Dan kajian tersebut tepat sekali. Ke depan, kita semua bekerja dengan sungguh-sungguh bahwa tugas kita hari ini bagaimana mengawal keuangan negara ini agar betul-betul dimaksimalkan dengan sebaik-baiknya supaya rakyat kita merasakan. Meskipun kondisi negara di dunia ini tidak baik-baik saja, tapi kita berusaha agar Indonesia khususnya Jambi ini tetap stabil. Ekonomi kita juga cukup baik, rakyat juga nyaman sehingga pembangunan di daerah berlangsung dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya. (Diskominfo Provinsi Jambi/Maria Yuliana/Foto: Fadli/Video: Erit Sutriedi)

Senin, 22 Juni 2026

Bupati Batang Hari lepas kontingen pramuka menuju Jambore Daerah Jambi 2026



BATANG HARI, TIGASISI.NET - Bupati Batang Hari Muhammad Fadhil Arief selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Batang Hari melepas keberangkatan Kontingen Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Batang Hari untuk mengikuti Jambore Daerah Jambi Tahun 2026.

Kegiatan pelepasan berlangsung di Kabupaten Batang Hari, sebelum kontingen bertolak menuju Bumi Perkemahan Abdurrahman Sayoeti-Musa, Sungai Gelam, pada Jumat (19/6).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Fadhil Arief menyampaikan bahwa Gerakan Pramuka menjadi wadah pembentukan karakter generasi muda melalui nilai kedisiplinan, kemandirian, dan tanggung jawab.

Menurutnya, berbagai nilai positif yang diajarkan dalam Pramuka harus dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga para peserta mampu menjadi generasi yang membanggakan keluarga dan daerah.

"Di Pramuka banyak hal baik yang harus kita amalkan. Di sini diajarkan tentang disiplin dan bagaimana menjadi pribadi yang mampu membantu orang tua serta berguna bagi lingkungan,” ujar Fadhil.

Ia juga berpesan kepada para peserta agar mengikuti kegiatan dengan baik, menjaga kesehatan, serta membawa nama baik Kabupaten Batang Hari selama mengikuti Jambore Daerah Jambi 2026.

"Pramuka adalah tempat yang baik untuk adik-adik semuanya. Selamat berkegiatan, jaga nama baik Kabupaten Batang Hari. Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan,”katanya.

Bupati juga meminta para pembina dan pendamping kontingen untuk terus memberikan perhatian serta menjaga para peserta selama kegiatan berlangsung.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Batang Hari, kepala OPD selaku Majelis Pembimbing Cabang, Ketua KONI Batang Hari, Kepala BPJS Ketenagakerjaan, para camat, kepala sekolah, serta undangan lainnya.

Sabtu, 20 Juni 2026

Bupati Batang Hari Hadiri Tabligh Akbar Bersama UAS



BATANG HARI, TIGASISI.NET - Bupati Batang Hari Muhammad Fadhil Arief menghadiri kegiatan Tablig Akbar yang menghadirkan penceramah kondang Abdul Somad bersama masyarakat Desa Terusan, Kecamatan Maro Sebo Ilir.

Kegiatan yang dipusatkan di Desa Terusan tersebut berlangsung khidmat dan dipadati ribuan jamaah yang datang dari berbagai desa di wilayah Kabupaten Batang Hari maupun daerah sekitar.

Kehadiran Ustaz Abdul Somad menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat yang ingin mendengarkan tausiyah keagamaan secara langsung, Senin.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Batang Hari menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan masyarakat yang telah bekerja sama menyukseskan pelaksanaan Tablig Akbar.

Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti ini menjadi momentum penting untuk mempererat ukhuwah Islamiyah serta memperkuat nilai-nilai keimanan dan ketakwaan di tengah kehidupan bermasyarakat.

“Melalui kegiatan ini kita berharap dapat semakin mempererat silaturahmi antarwarga sekaligus menambah wawasan keagamaan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Bupati.

Sementara itu, dalam tausiyahnya, Ustaz Abdul Somad mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa menjaga persatuan, memperkuat ibadah, menghormati orang tua, serta menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

Antusiasme masyarakat terlihat sejak awal hingga berakhirnya kegiatan. Jamaah dengan tertib mengikuti rangkaian acara dan menyimak setiap materi yang disampaikan oleh Ustaz Abdul Somad.

Tablig Akbar ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana menuntut ilmu agama, tetapi juga mampu memperkuat kebersamaan dan keharmonisan masyarakat dalam membangun Kabupaten Batang Hari yang religius, maju, dan sejahtera.

Jumat, 19 Juni 2026

Jubir Pemprov Jambi Ariansyah Bantah TKI Korban Penganiayaan di Malaysia Berasal dari Bungo



JAMBI, TIGASISI.NET - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi memberikan klarifikasi terkait beredarnya informasi di media sosial mengenai seorang perempuan yang disebut sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Bungo yang diduga mengalami penganiayaan berat oleh majikannya di Malaysia.

Juru Bicara Pemprov Jambi yang juga Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Jambi, Drs. Ariansyah, ME, menegaskan bahwa informasi yang beredar tersebut tidak sesuai dengan fakta yang diperoleh dari hasil penelusuran dan koordinasi dengan pihak terkait.

Menurut Ariansyah, perempuan yang disebut dalam informasi tersebut bukan berasal dari Kabupaten Bungo sebagaimana yang ramai diberitakan.

Ia mengimbau masyarakat, termasuk insan pers, untuk selalu mengedepankan prinsip verifikasi sebelum menyebarluaskan informasi yang belum jelas kebenarannya.

"Diminta kepada rekan-rekan jurnalis dan wartawan media sebaiknya sebelum melakukan wawancara agar berita yang akan diwawancarai untuk dicek dan ricek sumbernya dan verifikasi foto atau videonya bisa jadi berita lama atau editan," ujarnya, Jum'at (19/6/026).

Ia menambahkan, masyarakat sebaiknya memperoleh informasi terkait pekerja migran Indonesia melalui lembaga resmi yang memiliki kewenangan dalam penanganan dan perlindungan pekerja migran, seperti Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI), maupun Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jambi.

Menurutnya, langkah verifikasi sangat penting untuk memastikan setiap informasi yang beredar memiliki dasar yang jelas, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan sehingga tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Bungo, Taufik Hidayat, turut memberikan penjelasan terkait informasi yang beredar. Berdasarkan hasil koordinasi dengan Camat Rantau Pandan dan pihak keluarga korban, ia memastikan bahwa kasus tersebut merupakan peristiwa lama yang terjadi sekitar dua tahun lalu.

Bahkan, kata Taufik, perempuan yang bersangkutan saat ini telah kembali bekerja di Malaysia dan tidak berada dalam kondisi sebagaimana yang digambarkan dalam informasi yang disebarkan saat ini.

"Ini berita lama 2 tahun lalu yang bersangkutan sudah bekerja kembali di Malaysia," jelas Taufik Hidayat.

Kamis, 18 Juni 2026

Bupati Batang Hari Hadiri Acara Haflah Ponpes Zulhijjah



BATANG HARI, TIGASISI.NET - Bupati Batang Hari Muhammad Fadhil Arief menghadiri acara Haflah Akhirussanah, Imtihanul Wakfi, serta pelepasan Kelas VII Angkatan Tahun Pelajaran 2025-2026 Yayasan Pendidikan Islam Pondok Pesantren Zulhijjah.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Batang Hari Muhammad Fadhil Arief menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus dan pengasuh Pondok Pesantren Zulhijjah yang telah berperan dalam mencetak generasi muda Batang Hari yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlakul karimah, karakter kuat, serta berlandaskan nilai-nilai agama, Kamis.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Batang Hari, saya menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pengurus dan pengasuh Pondok Pesantren Zulhijjah. Keberadaan pesantren ini telah terbukti menjadi salah satu garda terdepan dalam membentuk generasi yang cerdas dan berakhlak mulia,” ujar Fadhil Arief.

Kepada para santri dan santriwati yang telah menyelesaikan pendidikan, Bupati berpesan agar menjadikan momen haflah sebagai awal untuk mengamalkan ilmu yang telah diperoleh.

“Haflah bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan langkah awal untuk mengamalkan ilmu di tengah masyarakat. Jadilah agen perubahan yang membawa kedamaian dan kemaslahatan bagi umat, bangsa, dan negara,” katanya.

Bupati juga menyampaikan penghargaan kepada para pengasuh pondok pesantren atas dedikasi, kesabaran, dan bimbingan yang diberikan kepada para santri.

Menurutnya, peran pengasuh sangat besar dalam membentuk karakter serta memberikan bekal ilmu agama kepada generasi muda.

“Semoga setiap lelah, tetes keringat, dan seluruh upaya yang telah dicurahkan menjadi amal jariyah yang tidak terputus,” ungkapnya.

Selain itu, Fadhil Arief turut mengapresiasi para wali santri yang telah memberikan kepercayaan dan pengorbanan dalam mendidik anak-anaknya di lingkungan pesantren.

“Ilmu agama dan pendidikan karakter yang mereka peroleh akan menjadi bekal dunia dan akhirat yang sangat berharga,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Batang Hari, lanjut Bupati, akan terus berkomitmen mendukung program-program pendidikan keagamaan. Hal ini karena pondok pesantren dinilai menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pimpinan Ponpes Zulhijjah KH. Drs. Lohot Hasibuan, perwakilan Kemenag Batang Hari, Densus 88 Polda Jambi, Baznas Batang Hari, serta Muslimat NU Batang Hari.

Rabu, 17 Juni 2026

Bupati Batang Hari Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026



BATANG HARI, TIGASISI.NET - Bupati Kabupaten Batang Hari Muhammad Fadhil Arief menghadiri peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026.

Kegiatan itu yang diselenggarakan Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia secara luring dan daring di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Muara Bulian.

Bupati Kabupaten Batang Hari Muhammad Fadhil Arief di Muara Bulian, Senin, mengatakan bahwa peringatan hari lingkungan hidup sedunia tahun 2026 ini menjadi pengingat bagi semua bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.

"Melalui kegiatan ini ingin menunjukkan komitmen dalam menjaga kelestarian lingkungan,"katanya.

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dan aksi nyata dalam menghadapi berbagai tantangan lingkungan, mulai dari perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati hingga persoalan pencemaran lingkungan yang semakin kompleks.

Untuk itu, Bupati Batang Hari mengajak seluruh masyarakat untuk membiasakan perilaku ramah lingkungan, mulai dari mengelola sampah dengan baik, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, hingga ikut menjaga dan menanam pohon di lingkungan masing-masing.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Batang Hari mengikuti zoom meeting bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI yang diikuti berbagai daerah di Indonesia.

Kegiatan ini menekankan pentingnya sinergi seluruh elemen pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam membangun komitmen serta langkah konkret menjaga kelestarian lingkungan.

Usai mengikuti rangkaian kegiatan secara virtual, Bupati Fadhil Arief bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Batang Hari melaksanakan penanaman pohon secara serentak di kawasan TPA Muara Bulian.

Penanaman pohon tersebut menjadi simbol komitmen Pemerintah Kabupaten Batang Hari dalam mendukung pelestarian lingkungan hidup serta menjaga keseimbangan ekosistem untuk generasi mendatang.

"Pemerintah Kabupaten Batang Hari berharap peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga mampu mendorong kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan secara berkelanjutan,"tutupnya.

© Copyright 2026 Tigasisi.net | AKTUAL & FAKTUAL | All Right Reserved