Berita Terbaru

Rabu, 21 Januari 2026

Wabup Katamso Hadiri Penyerahan Gelar Adat LAM Provinsi Jambi


TANJAB BARAT, TIGASISI.NET - Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat Dr. H. Katamso SA, S.E., M.E., didampingi Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Tanjung Jabung Barat Marina Septiani Katamso, S.I.P., menghadiri kegiatan penganugerahan Gelar Adat Melayu Jambi kepada unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Jambi yang diselenggarakan oleh Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Jambi di Balairungsari LAM Jambi, Rabu (21/1).


Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Tanjab Barat Katamso menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas terselenggaranya kegiatan adat yang sarat makna tersebut. Menurutnya, pelestarian adat dan budaya Melayu merupakan bagian penting dalam memperkuat identitas daerah serta mempererat hubungan sosial kemasyarakatan di Provinsi Jambi.


“Adat Melayu adalah warisan luhur yang mengajarkan nilai-nilai moral dan tata krama dalam kehidupan bermasyarakat. Kegiatan seperti ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga adat dalam menjaga kelestarian budaya serta memperkuat identitas daerah,” ujar Wabup Katamso.


Wabup juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat untuk terus mendukung peran Lembaga Adat di tingkat kabupaten maupun desa melalui berbagai program yang berorientasi pada pelestarian nilai-nilai budaya lokal sejalan dengan pembangunan daerah.


Prosesi penganugerahan gelar adat dipimpin langsung oleh Ketua LAM Provinsi Jambi Datuk Hasan Basri Agus (HBA) yang bergelar Datuk Tumenggung Putro Jayodingrat. Acara berlangsung khidmat dengan berbagai tahapan adat, mulai dari pembacaan gelar, penyematan pin, pemasangan selempang, hingga pemberian gordon kepada para penerima gelar.


Makna adat semakin terasa ketika Gubernur Jambi Al Haris, bergelar Datuk Mangkubumi Setio Alam, selaku Pembina LAM Provinsi Jambi, menyerahkan keris adat sebagai simbol kehormatan. Sementara itu, Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani, bergelar Paduko Agungmulyo Agamo, turut menyerahkan Piagam Gelar Adat dan buku pokok adat Melayu Jambi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah kepada para bupati dan wali kota se-Provinsi Jambi.


Dalam sambutannya, Ketua LAM Jambi Datuk Hasan Basri Agus menegaskan bahwa penganugerahan gelar adat bukan sekadar seremoni, tetapi mengandung tanggung jawab moral yang besar bagi para penerimanya untuk menjadi suri teladan di tengah masyarakat.


“Yang menerima gelar mesti menjadi figur teladan, karena penganugerahan ini sah secara adat sekaligus memiliki legitimasi hukum,” ujar Datuk HBA.


Adapun tujuh unsur Forkopimda Provinsi Jambi yang menerima Gelar Adat Melayu Jambi pada kesempatan tersebut yakni: Ketua DPRD Provinsi Jambi Datuk M. Hafiz Fattah, gelar Adipati Utamo Setio Puro, Kapolda Jambi Datuk Irjen Pol Krisno H. Siregar, gelar Adipati Utama Siginjai Sakti, Danrem 042/Garuda Putih Datuk Brigjen TNI Heri Purwanto, gelar Adipati Utama Sijimat Batuah, Kajati Jambi Datuk Sugeng Hariadi, gelar Adipati Utamo Sitimang Jayo, Ketua Pengadilan Tinggi Jambi Datin Iva Sudewi, gelar Adipati Utama Radin Undang, Ketua Pengadilan Tinggi Agama Jambi Datuk Hasim Marsalina, gelar Adipati Utamo Neraco Agamo, serta Sekda Provinsi Jambi Datuk Sudirman, gelar Adipati Utama Tanggo Rajo. 


Kegiatan tersebut turut dihadiri para Bupati dan Wali Kota se-Provinsi Jambi beserta istri, para Rektor Universitas, Kajari se-Provinsi Jambi, Kapolres se-Provinsi Jambi, Dandim se-Provinsi Jambi, psra Pejabat Tinggi Pratama dilingkungan Provinsi jambi, Pimpinan Instansi Vertikal Provinsi Jambi, Pemuka Adat Provinsi Jambi serta para Ketua LAM Kabupaten se-Provinsi Jambi.

Pemkab Tanjab Barat Libatkan Peeguruan Tinggi Rumuskan Strategi Pembangunan

TANJAB BARAT, TIGASISI.NET - Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat menggelar forum Ekspose dan Analisis Ekonomi Kabupaten Tanjung Jabung Barat Suatu Perspektif bersama para profesor dari Universitas Jambi (UNJA) sebagai upaya memperkuat kebijakan pembangunan daerah berbasis kajian ilmiah dan bukti empiris (evidence based policy), di Ruang Rapat Lantai III Bapperida, Rabu (21/01).


Kegiatan yang dibuka langsung oleh Bupati Tanjung Jabung Barat Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., dihadiri oleh Sekretaris Daerah, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, para kepala OPD, para camat lingkup Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, dosen dan mahasiswa IAI An-Nadwah Kuala Tungkal, serta undangan lainnya. Sejumlah profesor dan akademisi ekonomi dan pembangunan UNJA yang tergabung dalam Tim Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNJA turut hadir untuk memaparkan hasil kajian terkait kondisi dan potensi ekonomi Kabupaten Tanjung Jabung Barat.


Dalam sambutannya, Bupati Anwar Sadat menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan akademisi dalam menyusun kebijakan publik, khususnya dalam menghadapi tantangan efisiensi anggaran dan tuntutan pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.


“Kebijakan dan program pemerintah harus berbasis ilmu pengetahuan dan kajian akademik. Program tanpa dasar ilmiah dan akademik akan berisiko tidak tepat sasaran dan tidak memberi dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.


Ia menjelaskan bahwa forum ini menjadi momentum strategis untuk merumuskan arah pembangunan Kabupaten Tanjung Jabung Barat periode 2026–2030, termasuk dalam penyusunan APBD murni maupun APBD perubahan. Masukan dari para profesor diharapkan dapat menjadi dasar perencanaan anggaran yang lebih terarah, tematik, dan berkelanjutan.


Beberapa isu prioritas yang dibahas antara lain penurunan angka stunting, pengentasan kemiskinan, peningkatan pendapatan masyarakat, serta optimalisasi sektor unggulan seperti pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan. Kabupaten Tanjung Jabung Barat dinilai memiliki posisi strategis sebagai jalur distribusi hasil bumi ke berbagai daerah, bahkan hingga pasar internasional.


“Selama ini kita menjadi jalur lintasan hasil bumi dari daerah lain. Ke depan, potensi lahan dan hasil pertanian lokal harus dimaksimalkan agar nilai ekonomi dinikmati langsung oleh masyarakat Tanjung Jabung Barat,” tambahnya.


Forum ini juga menyoroti pentingnya pembangunan berkelanjutan (sustainable development) agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi memberikan efek domino yang berkesinambungan bagi kesejahteraan masyarakat.


Pemerintah daerah berharap hasil kajian dan rekomendasi para akademisi dapat memperkuat argumentasi pemerintah dalam pembahasan anggaran bersama DPRD maupun pemerintah pusat, sehingga program-program yang diusulkan memiliki dasar akademik yang kuat dan sulit untuk dipatahkan.


“Dengan analisis ilmiah dan akademik yang komprehensif, kebijakan dan anggaran yang kita ajukan akan lebih efektif, terukur, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegas Bupati.


Sementara itu, mengawali pemaparannya, Prof. Dr. Drs. Zulgani, M.P., menjelaskan bahwa Kabupaten Tanjung Jabung Barat dipilih karena memiliki potensi besar sekaligus tantangan pembangunan yang kompleks. Ia menegaskan peran perguruan tinggi tidak boleh berhenti di kampus, tetapi harus hadir langsung di daerah untuk membaca persoalan nyata dan menawarkan solusi.


Dalam paparannya, Prof. Zulgani mengidentifikasi tiga tantangan utama pembangunan daerah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, yakni lingkungan, ekonomi, dan teknologi. Dari sisi lingkungan, tantangan meliputi deforestasi, pencemaran pesisir, dan meningkatnya emisi karbon akibat alih fungsi lahan. Dari aspek ekonomi, struktur perekonomian masih didominasi sektor primer dengan keterbatasan infrastruktur dan akses pasar. Sementara di bidang teknologi, masih terdapat kesenjangan digital, rendahnya literasi digital, serta minimnya nilai tambah produksi.


Untuk menjawab tantangan tersebut, ia mendorong integrasi tiga pilar pembangunan, yaitu ekonomi hijau, digitalisasi, dan berkelanjutan, guna mewujudkan pembangunan yang inovatif, inklusif, dan berkelanjutan. Sejumlah program ekonomi hijau diusulkan, mulai dari rehabilitasi mangrove, pemanfaatan energi terbarukan, pengembangan ekowisata, hingga penguatan bank sampah, dengan dukungan investasi dari APBD, APBN, swasta, green bonds, dan CSR.


Prof. Zulgani juga menekankan pentingnya menjadikan Sustainable Development Goals (SDGs) sebagai dasar penyusunan APBD, seraya mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi belum sepenuhnya berdampak pada penurunan kemiskinan. Menurutnya, transformasi ekonomi harus diikuti penurunan kemiskinan dan pengangguran agar manfaat pembangunan dirasakan secara merata.


Ia pun mendorong hilirisasi dan peningkatan nilai tambah lokal melalui pengembangan industri pengolahan, peningkatan keterampilan tenaga kerja, dan penguatan UMKM, agar perputaran ekonomi terjadi di dalam daerah. Melalui forum ini, diharapkan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan pemangku kepentingan dapat melahirkan kebijakan pembangunan Tanjung Jabung Barat yang berbasis data, inklusif, dan berkelanjutan.


Prof. Zulgani menilai tantangan terbesar pembangunan Kabupaten Tanjung Jabung Barat adalah menurunkan kemiskinan dan pengangguran di tengah keterbatasan APBD dan pengetatan kebijakan fiskal. Kondisi ini menuntut pemerintah daerah tetap mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan tepat sasaran.


Ia menjelaskan sumber pertumbuhan ekonomi daerah berasal dari lima sektor utama, yakni pertanian, pertambangan, jasa perusahaan, industri pengolahan, dan perdagangan. Namun, lemahnya nilai tambah dan minimnya efek pengganda ekonomi membuat daerah lebih banyak menjadi jalur lintasan, sementara keuntungan dinikmati pihak luar.


Karena itu, Tim Ekonomi FEB UNJA mendorong Pemerintah Daerah dalam penguatan sektor unggulan, hilirisasi, serta kebijakan berbasis kajian akademik agar transformasi ekonomi mampu menurunkan kemiskinan, mengurangi pengangguran, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Tanjung Jabung Barat secara merata.


Dalam kesempatan yang sama, Prof. Dr. Johanes Simatupang, S.E., M.Si., dalam pemaparannya menyoroti pentingnya pendekatan mikro dalam pembangunan daerah, khususnya dalam pengelolaan destinasi wisata mangrove Pangkal Babu di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Ia menilai Pangkal Babu merupakan contoh nyata potensi wisata berbasis alam yang telah berjalan, namun masih menghadapi tantangan serius, terutama akibat faktor lingkungan dan lemahnya sinkronisasi kebijakan.


Menurutnya, Pangkal Babu sudah menjadi destinasi wisata aktif dan mulai memberikan kontribusi pendapatan daerah, meski nilainya masih terbatas. Namun, kawasan ini rentan terdampak pasang laut yang merusak infrastruktur seperti titian kayu, sehingga membutuhkan desain pembangunan yang adaptif terhadap kondisi alam, termasuk peninggian jalur dan penggunaan material yang lebih tahan.


Ia menjelaskan bahwa pengelolaan kawasan telah diarahkan pada tiga zonasi, yakni zona wisata, konservasi, dan hortikultura, yang diperkuat melalui peraturan desa serta peran aktif komunitas lokal. Saat ini, pengelolaan wisata Pangkal Babu melibatkan komunitas masyarakat yang menjalankan berbagai fungsi, mulai dari tiket, transportasi, hingga usaha kecil di kawasan wisata.


Namun demikian, dukungan politik dan kebijakan dinilai masih belum optimal. Anggaran yang tersedia dinilai belum sebanding dengan kebutuhan revitalisasi kawasan, terutama untuk menjaga keberlanjutan lingkungan mangrove yang memiliki fungsi ekologis penting sebagai penahan abrasi dan penyerap karbon.


Ia juga menyoroti lemahnya nilai tambah ekonomi akibat minimnya hilirisasi dan rendahnya efek pengganda ekonomi. Ia mencontohkan banyak komoditas lokal, termasuk hasil pertanian dan perikanan, yang dijual dalam bentuk mentah sehingga keuntungan lebih besar justru dinikmati daerah lain.


Selain itu, ia mengingatkan potensi konflik kewenangan antarinstansi dalam pengelolaan kawasan mangrove, perbedaan data spasial, serta tumpang tindih perizinan yang dapat menghambat pembangunan. Karena itu, ia mendorong sinkronisasi regulasi, penggunaan data bersama, serta sistem perizinan terpadu satu pintu.


Sebagai rekomendasi, Tim Ekonomi FEB UNJA menekankan pentingnya perencanaan daerah Kabupetan Tanjung Jabung Barat yang berbasis isu lokal, penguatan peran komunitas, pendidikan konservasi mangrove, serta pembangunan yang implementatif dan realistis. Ia juga mengajak perguruan tinggi dan mahasiswa untuk terlibat langsung dalam aksi nyata, seperti penanaman mangrove berbasis masyarakat.


“Kuncinya adalah implementasi. Jangan hanya perencanaan di atas kertas, tetapi aksi nyata yang melibatkan komunitas lokal,” tegasnya.


Ia menutup paparannya dengan menegaskan bahwa keunggulan mikro Tanjung Jabung Barat terletak pada kemampuan mengelola kawasan mangrove secara berkelanjutan, karena potensi tersebut tidak dimiliki banyak daerah lain.

Selasa, 20 Januari 2026

Kembali Dilantik Bupati, Ternyata Ini Sederet Prestasi Gemilang Farizal




BATANG HARI, TIGASISI. NET - Farizal, S.H..,M.H kembali dipercaya oleh Bupati Batang Hari Muhammad Fadhil Arief menduduki jabatan sebagai Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan daerah itu.

Langkah yang diambil oleh orang nomor wahid di Batang Hari itu terbilang selektif. Tangan dingin Farizal dianggap terampil untuk mendongkrak sektor pertanian.

Hal tersebut terbukti, dibawah komandonya, Batang Hari mampu menambah luas panen sebanyak 1.939 hektare dalam waktu satu tahun.

Tak hanya itu, luas tanam padi pun juga terkelola dengan apik, Batang Hari tercatat mampu meningkatkan luas tanam sebanyak 2.582 hektare.

“Untuk tahun 2024 luas panen kita sebanyak 6.084 hektare, dari tahun sebelumnya hanya 4.145 hektare,” kata Farizal, Selasa (20/1/26).

“Kemudian kalau untuk luas tanam padi Alhamdulillah juga meningkat, untuk tahun 2025 sebanyak 7.997 hektare, cukup tinggi meningkat dari tahun sebelumnya yaitu 5.415 hektare,” tukasnya.

Farizal tak menampik, situasi ini belum membuatnya puas. Ia menargetkan Batang Hari bakal menjadi lumbung pangan nasional.

“Kedepan kami akan terus memperluas jangkauan luas tanam padi untuk meningkatkan hasil panen,” ujarnya.

Mantan Kabag Hukum Batang Hari itu menambahkan, pihaknya di dinas juga membantu perlengkapan pertanian. Mulai dari Alsintan, Benih, Pupuk dan kebutuhan petani lainnya.

Menurutnya, hal tersebut merupakan upaya pemerintah Kabupaten Batang Hari mendukung percepatan program swasembada pangan beras di daerah tersebut.

“Insyaallah apa yang dicita-citakan pak Bupati dan Wakil Bupati akan terwujud. Kami akan bekerja keras untuk mensukseskan hal tersebut,” pungkasnya.


Pewarta: Juniko

Zulva Fadhil Kunjungi Posyandu Desa Penerokan




BATANG HARI, TIGASISI.NET - Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Batang Hari, Zulva Fadhil, bersama Bupati Batang Hari mendatangi Posyandu Desa Penerokan, Kecamatan Bajubang.


Kehadiran keduanya menjadi penegas bahwa isu kesehatan ibu, anak, dan keluarga adalah prioritas bersama, dimulai dari desa.


Zulva Fadhil menyapa satu per satu peserta dengan senyum yang akrab. Ia tampak larut menyaksikan aktivitas penimbangan balita, pemeriksaan kesehatan, hingga edukasi gizi yang dilakukan para kader posyandu. Baginya, posyandu bukan sekadar tempat layanan, tetapi ruang tumbuh harapan bagi anak-anak Batang Hari.


Dalam pesannya, Zulva Fadhil menekankan pentingnya peran aktif orang tua untuk rutin datang ke posyandu. Menurutnya, posyandu adalah garda terdepan dalam mengontrol tumbuh kembang anak sekaligus memantau kesehatan orang tua, khususnya ibu.

“Datang ke posyandu bukan hanya saat anak sakit. Posyandu adalah tempat kita memastikan anak tumbuh sehat, kuat, dan cerdas sejak dini,” ujarnya.


Ia juga mengajak para orang tua untuk tidak ragu memeriksakan kesehatan secara berkala. Pengendalian kesehatan sejak awal, lanjut Zulva, menjadi kunci pencegahan stunting.


“Jika kita bersama-sama disiplin memantau gizi, berat badan, dan kesehatan anak serta orang tua, Insya Allah Batang Hari bisa menjadi daerah zero stunting,” tegasnya.


Gebyar Anak dan Orang Tua di Desa Penerokan menjadi gambaran nyata kolaborasi antara pemerintah daerah, swasta, kader posyandu, dan masyarakat.


Dari desa, komitmen besar itu dirajut menjaga kesehatan keluarga, melindungi generasi penerus, dan menatap masa depan Batang Hari yang lebih sehat dan berkualitas.


Diketahui, Gebyar Anak dan Orang Tua tersebut digelar pada 19-24 Januari 2026 mendatang yang segelar secara serentak di seluruh wilayah Kabupaten Batang Hari.

Kembali Dilantik Bupati, Ternyata Ini Sederet Prestasi Gemilang Farizal





BATANG HARI, TIGASISI. NET - Farizal, S.H..,M.H kembali dipercaya oleh Bupati Batang Hari Muhammad Fadhil Arief menduduki jabatan sebagai Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan daerah itu.

Langkah yang diambil oleh orang nomor wahid di Batang Hari itu terbilang selektif. Tangan dingin Farizal dianggap terampil untuk mendongkrak sektor pertanian.

Hal tersebut terbukti, dibawah komandonya, Batang Hari mampu menambah luas panen sebanyak 1.939 hektare dalam waktu satu tahun.

Tak hanya itu, luas tanam padi pun juga terkelola dengan apik, Batang Hari tercatat mampu meningkatkan luas tanam sebanyak 2.582 hektare.

“Untuk tahun 2024 luas panen kita sebanyak 6.084 hektare, dari tahun sebelumnya hanya 4.145 hektare,” kata Farizal, Selasa (20/1/26).

“Kemudian kalau untuk luas tanam padi Alhamdulillah juga meningkat, untuk tahun 2025 sebanyak 7.997 hektare, cukup tinggi meningkat dari tahun sebelumnya yaitu 5.415 hektare,” tukasnya.

Farizal tak menampik, situasi ini belum membuatnya puas. Ia menargetkan Batang Hari bakal menjadi lumbung pangan nasional.

“Kedepan kami akan terus memperluas jangkauan luas tanam padi untuk meningkatkan hasil panen,” ujarnya.

Mantan Kabag Hukum Batang Hari itu menambahkan, pihaknya di dinas juga membantu perlengkapan pertanian. Mulai dari Alsintan, Benih, Pupuk dan kebutuhan petani lainnya.

Menurutnya, hal tersebut merupakan upaya pemerintah Kabupaten Batang Hari mendukung percepatan program swasembada pangan beras di daerah tersebut.

“Insyaallah apa yang dicita-citakan pak Bupati dan Wakil Bupati akan terwujud. Kami akan bekerja keras untuk mensukseskan hal tersebut,” pungkasnya.


Pewarta: Juniko

Sabtu, 17 Januari 2026

Bupati UAS Santuni Korban Kebakaran Jati Mas


TANJAB BARAT, TIGASISI.NET - Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., menunjukkan kepeduliannya dengan turun langsung menyalurkan bantuan kepada korban kebakaran di Desa Jati Mas, Kecamatan Bram Itam, Selasa (20/01). Peristiwa kebakaran yang terjadi pada dini hari, Senin (19/01), tersebut menghanguskan dua unit rumah dan berdampak pada tiga kepala keluarga.


Sebagai bentuk empati dan perhatian pemerintah daerah terhadap masyarakat yang tertimpa musibah, Bupati Anwar Sadat hadir langsung ke lokasi untuk menyampaikan duka cita sekaligus menyerahkan bantuan. Bantuan yang diberikan meliputi bahan permakanan, sandang, perlengkapan sekolah bagi anak-anak korban, uang tunai, serta bantuan pengurusan dokumen kependudukan yang ikut terdampak akibat kebakaran.


“Atas nama Pemerintah Daerah, kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada para korban. Semoga Allah SWT memberikan ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi ujian ini,” ujar Bupati Anwar Sadat.


Selain itu, Pemerintah Daerah juga memfasilitasi proses pengurusan dokumen penting yang terbakar dengan mengarahkan korban untuk melengkapi surat keterangan kebakaran dari pihak Kepolisian setempat agar proses administrasi di instansi terkait dapat berjalan lebih cepat.


Pada kesempatan tersebut, Bupati Anwar Sadat turut mengapresiasi keluarga dan masyarakat yang telah bersedia menampung sementara para korban kebakaran. Kepedulian dan solidaritas warga dinilai sangat membantu dalam meringankan beban para korban.


Bupati Anwar Sadat juga mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di rumah berbahan kayu, agar selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Masyarakat diminta memastikan instalasi listrik, lampu, dan colokan dalam kondisi aman, terutama di tengah cuaca yang tidak menentu.


Melalui kebersamaan dan kepedulian semua pihak, Bupati berharap para korban dapat segera bangkit dan menjalani kehidupan yang lebih baik ke depannya.


“Terakhir, kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat setempat dan seluruh pihak yang telah bekerja sama dalam penanganan kebakaran di Desa Jati Mas. Semoga Allah SWT menggantinya dengan rezeki dan kehidupan yang jauh lebih baik dari sebelumnya,” tutup Bupati.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten Pemerintahan dan Kesra, Kepala Badan Penanggulangan Plt. Kadis Sosial, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Kadis Perhubungan, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah, Plt. Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Camat Bram Itam, dan Ketua BAZNAS.

Kamis, 15 Januari 2026

Panen Padi di Kabupaten Batang Hari Meningkat




BATANG HARI, TIGASISI.NET - Panen padi sawah di Kabupaten Batang Hari sepanjang 2025 mencapai 6.084 hektare meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 4.145 hektar, begitu juga luas tanaman padi meningkat pesat, mencapai 7.997 hektare di 2025, dibandingkan dengan tahun sebelumnya hanya 5.415 hektare.


Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Batang Hari, Roma Uliana, Selasa, menyatakan bahwa peningkatan ini merupakan hasil upaya percepatan program swasembada pangan beras di Kabupaten Batang Hari.

“Ke depan, kami akan terus memperluas jangkauan luas tanam padi untuk meningkatkan hasil panen,” kata Roma.


Hasil panen padi di Batang Hari mencapai 5,4 ton per

hektar. Pemerintah mendukung peningkatan luas tanam melalui bantuan benih, pupuk, dan alat sistem pertanian kepada kelompok tani.

Peningkatan itu merupakan upaya pemerintah Kabupaten Batang Hari mendukung percepatan program swasembeda pangan beras di daerah tersebut.

Senin, 12 Januari 2026

Fadhil Pinta Masyarakat Berkolaborasi Berantas Narkoba



BATANG HARI, TIGASISI.NET - Pemerintah Kabupaten Batang Hari dan masyarakat setempat bersatu dalam upaya menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkoba.

Kolaborasi ini ditandai dengan kunjungan Kepala BNN Provinsi Jambi Brigjen Pol Asep Saepudin yang membahas strategi penanganan dan pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Bupati Kabupaten Batang Hari Muhammad Fadhil Arief di Muara Bulian, Rabu, mengatakan bahwa pentingnya kolaborasi dalam menghadapi masalah narkoba.

"Kita harus bekerja sama untuk mencegah anak-anak kita terpapar narkoba dan menyelamatkan generasi muda kita," katanya.

Selain itu, Bupati Batang hari juga menekankan bahwa narkoba dapat merusak bangsa, membebani keluarga, dan membuat bangsa tidak produktif. Oleh karena itu, perlu dilakukan pencegahan dan penanganan yang efektif.

Pencegahan yang dilakukan bisa melalui sosialisasi setiap kegiatan, menyampaikan dakwa serta meningkatkan kegiatan positif bagi generasi muda di daerah setempat.

"Kita harus mencegah anak-anak kita terpapar narkoba dengan kampanye, dakwah, dan kegiatan positif yang di kolaborasi bersama,"ujarnya.

Selasa, 06 Januari 2026

Pemkab Batang Hari Gelar Peringatan HUT Provinsi Jambi ke 69



BATANG HARI, TIGASISI.NET - Pemerintah Kabupaten Batang Hari melaksanakan upacara Peringatan HUT Provinsi Jambi ke-69 Tahun 2026.

Peringatan HUT Provinsi Jambi itu dengan mengusung Tema "Bersinergi Membangun Negeri Menuju Jambi Mantap 2029" Bertempat di lapangan Alun-alun Kabupaten Batang Hari. Selasa (6/1/2026).

Upacara tersebut di pimpin oleh Pj Sekretaris Daerah Mula P Rambe Kabupaten Batang Bari yang sebagai inspektur upacara. Dalam kesempatan itu ia membacakan sambutan Gubernur Jambi.

Momen ini bukan sekedar perayaan, tetapi juga pengingat akan perjalanan panjang yang telah lalui bersama dari masa perjuangan, pembangunan, hingga pencapaian yang di nikmati hari ini.

Provinsi Jambi berdiri di atas fondasi semangat gotong royong, persatuan, dan kerja keras para pendahulu. Dan juga telah menanam nilai-nilai luhur yang menjadi bekal untuk terus melangkah maju.

Pada akhir tahun 2025 semua Bangsa Indonesia dikejutkan dengan bencana banjir bandang yang cukup memperihatinkan melanda saudara-saudara di provinsi Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.

Dan sebagai wujud nyata empati atas nama kemanusiaan, persaudaraan, dan solidaritas Sumatera, pihaknya telah memberikan bantuan ke tiga Provinsi tersebut.

Rabu, 17 Desember 2025

Pemkab Batang Hari Siapkan 5 Ton Racun Tikus untuk Petani Sawah



BATANG HARI, TIGASISI.NET - Pemerintah Kabupaten Batang Hari telah menyiapkan lima ton racun tikus untuk membantu petani sawah mengatasi hama mengancam tanaman padi.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan (PPP) Kabupaten Batang Hari, Roma Uliana di Muara Bulian, Selasa, mengatakan bahwa racun tikus ini merupakan bantuan dari pemerintah pusat dan telah disalurkan ke Dinas PPP.

"Bantuan racun tikus lima ton tersebut baru tiba di dinas kita dalam pekan lalu,"katanya.

Saat ini pemerintah terus melakukan perluasan lahan pertanian padi sawah di wilayah setempat. Akan tetapi guna memastikan aman dari hama tikus serta menghasilkan padi sesuai keinginan, pihak pemerintah telah siapkan racun dalam mengatasinya.

Ia juga menghimbau kepada petani sawah yang membutuhkan racun tikus dapat mengajukan permohonan permintaan bantuan ke Dinas setempat, baik melalui pribadi maupun kelompok tani.

Hal ini bertujuan untuk meminimalisir ancaman hama tikus dan meningkatkan produksi padi di Kabupaten Batang Hari.

Selain itu, pemerintah juga mendorong penggunaan metode pengendalian hama tikus yang ramah lingkungan, seperti memanfaatkan burung hantu sebagai musuh alami tikus.

© Copyright 2019 Tigasisi.net | AKTUAL & FAKTUAL | All Right Reserved